Home / Politik / DITERIMA USKUP AGUNG MAKASSAR, INI JANJI NURDIN HALID SOAL BANDARA BANTU KUNI

DITERIMA USKUP AGUNG MAKASSAR, INI JANJI NURDIN HALID SOAL BANDARA BANTU KUNI

MAKASSAR, regional.id – Calon Gubernur Sulawesi Selatan H.A.M Nurdin Halid berjanji akan mengawal percepatan pembangunan Bandara Bantu Kuni di Kabupaten Tana Toraja. Sebab, Bandara Bantu Kuni merupakan ‘gerbang emas’ Toraja sebagai destinasi wisata dunia.

Hal itu disampaikan NH dalam pertemuan dengan Uskup Agung Makassar Mgr. Dr. John Liku Ada di Wisma Keuskupan Agung Makassar, pekan lalu. Menurut pasangan Abdul Aziz Qahar Mudzakkar ini, kehadiran bandara besar menjadi kunci kemajuan Bumi Lakapadada (Toraja dan Torut) sebagai destinasi wisata dunia.

“Dalam kunjungan beberapa kali ke Toraja dalam setahun terakhir, saya sungguh tertegun menyaksikan keagungan alam dan budaya Toraja. Ini karunia Tuhan yang luar biasa. Maka, kehadiran bandara internasional menjadi salah satu kunci kemajuan Sulawesi Selatan di masa depan, terutama Bumi Lakapadada,” ungkap NH.

Dalam pertemuan itu, NH didampingi mantan Gubernur Sulsel Mayjen TNI (Purn) Amin Syam dan Staf Khusus NH, Yosef Tor Tulis. Sedangkan Uskup Agung didampingi Romo Yulius Mali (Ekonom Keuskupan Agung Makassar), Pastor Matius Pawai CICM (Ketua Komisi Kerawam-HAK), dan Romo Frans Nipah (Pastor Kapelan Paroki Hati Kudus Katedral Makassar). Turut hadir pula tokoh Katolik Julius Suteja serta tokoh muda Katolik Viani Octavius dan Hubertus Almun.

NH menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur dasar dan infrastruktur penunjang menjadi kata kunci dalam mengakselerasi pembangunan dan kemajuan Sulsel di berbagai bidang. Tanpa infrastruktur yang memadai dan merata, kemiskinan dan kesenjangan tidak mungkin teratasi.

“Pembangunan infrastruktur dan ekonomi rakyat menjadi fokus saya dan Ustad Aziz jika nanti memimpin Sulsel. Dan, penyelesaian pembangunan Bandara Bantu Kuni menjadi salah satu prioritas kami untuk mengangkat level destinasi wisata Toraja. Kemajuan pariwisata akan menggerakkan perekonomian rakyat di Tana Toraja dan Toraja Utara,” kata NH.

Mendengar komitmen NH, Uskup Agung menyatakan senang dan gembira. Sebab, menurut Uskup Agung, selama ini dirinya kerap mendengar keluhan para turis domestik maupun mancanegara yang harus menghabiskan waktu dua hari hanya untuk perjalanan pergi-pulang Makassar – Tana Toraja. Belum lagi medan yang cukup berat dan melelahkan membuat turis enggan ke sana.

“Terima kasih Pak Nurdin jika memang pembangunan Bandara Bantu Kuni bisa dipercepat. Kami sangat senang karena kehadiran bandara besar akan semakin memajukan wisata di sana sehingga kehidupan ekonomi masyarakat bisa bertumbuh dan menyejahterakan,” ujar Uskup Agung.

Uskup Agung Mgr. Dr. John Liku Ada memang menaruh perhatian cukup besar terhadap kepastian pembangunan Bandara Buntu Kuni. Seperti diketahui, ia pernah ikut bersama pejabat Pemkab Tana Toraja dan Torut untuk bertemu Menteri Perhubungan RI yang saat itu dijabat Ignatius Jonan. Bandara Buntu Kuni ini memang sangat penting untuk menunjang Bumi Lakapadada (Toraja dan Torut) sebagai destinasi wisata dunia. Bandara Pongtiku yang berada di Rantetayo – Kabupaten Toraja saat ini, run way-nya hanya bisa didarati pesawat kecil dan tidak mungkin dikembangkan karena lahan dan kondisi geografi yang tidak memungkinkan.

Dialog Persaudaraan Sejati

Uskup Agung Makassar mengapresiasi kunjungan silaturahmi NH. Meski secara struktural Gereja Katolik dilarang berpolitik praktis, namun saling berkunjung dan berdialog antara pemimpin atau pejabat negara dengan pemimpin umat merupakan kebutuhan nyata dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan dalam masyarakat Sulsel yang pluralistik.

“Saya selaku Uskup Agung Keuskupan Agung Makassar berterima kasih dan merasa terhormat telah dikunjungi oleh salah seorang calon Gubernur Sulsel. Secara struktural, Gereja Katolik memang tidak boleh terlibat dalam politik praktis. Namun, secara pribadi saya menerima dan mendoakan Pak Nurdin dan Pak Aziz yang berkendak baik ingin mewujutkan kebaikan bersama (bonum commune) untuk masyarakat Sulsel yang hidup dalam keberagaman suku, agama, keyakinan, adat istiadat, dan budaya,” ujar Uskup Agung.

NH adalah satu-satunya calon gubernur maupun calon wakil gubernur yang datang berkunjung dan bersilaturahmi dengan Uskup Agung Makassar. Sebelumnya, NH juga mendatangi dan menjalin silaturahmi dengan tokoh-tokoh agama lainnya di Sulsel.

“Berkunjung dan berdialog seperti ini sangat penting sebagai wujut sikap saling menghormati dan menjaga keharmonisan hidup bersama masyarakat kita yang plural,” ujar NH.

Senada dengan NH, Uskup Agung berharap bahwa upaya saling berkunjung dan berdialog perlu terus dilakukan sebagai bentuk komunikasi yang saling menguatkan persaudaraan sejati berbagai elemen masyarakat yang harus bersatu padu dalam akselerasi pembangunan di Sulsel.

NH juga menegaskan, keragaman dan kehidupan yang harmoni antar-umat beragama di Sulsel menjadi prioritas utama yang harus dijaga dan dilindungi untuk berjalannya pembangunan yang bermanfaat bagi semua rakyat Sulsel. “Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara  sudah final. Tugas dan tanggungjawab kita bersama ialah menjadikannya sebagai sendi dan panduan dalam kehidupan nyata,” ujar Nurdin.

Di akhir pertemuan, NH menyerahkan beberapa buku, termasuk biografi koperasi dan sepakbola serta jurnal berjudul ‘Jejak Perjuangan Sang Anak Guru’. “Tentang pemikiran dan perjuangan saya di koperasi, sepakbola, dan politik semua ada di sini,” demikian NH.

Uskup Agung dan para pastor serta beberapa tokoh awam Katolik kemudian mengantar NH hingga ke mobil. Sebelum NH masuk mobil, Uskup Agung kembali menyalami NH. Kali ini, beliau menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri. “Pak Nurdin, saya mengucapkan Selamat Idul Fitri ya Pak,” kata Uskup Agung sambil menyalami NH. (kormen)

About admin

Check Also

Strategi Jitu Oposisi Malaysia: Angkat Anak Muda jadi Menteri

REGIONAL.ID-Kembalinya Mahathir Mohamad ditampuk kekuasaan Malaysia di usia yang tak muda lagi, yakni 92 tahun, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *