Home / Ekonomi & Bisnis / Tokio Marine Life Siap Rilis Produk DPLK

Tokio Marine Life Siap Rilis Produk DPLK

Dalam salah satu survei yang pernah diadakan sebuah lembaga riset menyatakan, bahwa 70% pekerja Indonesia mengalami masalah keuangan di hari tuanya atau ketika memasuki masa pensiun. Hal ini terjadi akibat tidak adanya perencanaan masa pensiun pada sebagian besar pekerja di Indonesia. Dari sekitar 50 juta pekerja formal, tidak lebih dari 4 juta pekerja yang telah memiliki program dana pensiun. Padahal program pensiun ini sangat tepat untuk dijadikan sebagai alternatif pendanaan jangka panjang.

Kondisi tersebut pun segera direspon oleh PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia dengan mempersiapkan produk bernama Dana Pensiun Lembaga Keuangan Tokio Marine Life Indonesia. Direktur PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia Nelly Husnayati memaparkan, belum banyaknya pekerja di Indonesia yang memiliki program pensiun menjadi peluang besar bagi Tokio Marine Life Insurance Indonesia untuk mengembangkan pasar di Indonesia khususnya pada program dana pensiun bagi karyawan dari perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia. “Karena itu kami menyiapkan produk Dana Pensiun Lembaga Keuangan Tokio Marine Life Indonesia secara baik dan matang. Tak kurang waktu persiapan hingga mendapatkan ijin lisensi Dana Pensiun Lembaga Keuangan Tokio Marine Life Indonesia mencapai waktu 10 bulan,” papar Nelly dalam acara Peresmian Pemberian Izin Produk DPLK dari OJK Kepada Tokio Marine Life Indonesia di Hotel Bidakara, kemarin (24/10).

Nelly melanjutkan, Tokio Marine Life Insurance Indonesia telah menyiapkan strategi untuk memasarkan produk DPLK dengan cara berperan aktif dalam memberikan edukasi dan sosialisasi akan pentingnya program pensiun untuk karyawan khususnya pada perusahaan-perusahaan Jepang yang ada di Indonesia dan kedepannya juga pada perusahan-perusahaan lainnya di Indonesia. Pemasaran ini akan dimaksimalkan terlebih dahulu melalui kanal distribusi Group Business atau Employee Benefit dan akan terus berkembang kedepannya melalui kanal Tenaga Pemasar dengan sistem referensi serta tidak menutup kemungkinan berkembang ke kanal distribusi lainnya. “Kami pun menargetkan Rp 500 miliar Asset Under Management (AUM) dalam 12 (dua belas) bulan kedepan dari kurang lebih 50 (lima puluh) perusahaan di Indonesia,” ungkap Nelly.

Adapun dalam acara soft launching yang dilakukan pada ajang Indonesia Retirement Outlook 2018 ini, turut dilaksanakan prosesi pengguntingan pita sebagai tanda bahwa TLMI telah resmi mendapatkan lisensi DPLK yang dilakukan oleh Direktur Pengawasan Dana Pensiun OJK Andra Sapta dengan didampingi oleh Perwakilan Share Holder Tokio Marine Life Steven Tanner dan Ketua Perkumpulan DPLK Indonesia Abdul Rahman. “Peresmian pemberian lisensi DPLK ini membawa harapan besar kepada Tokio Marine Life Insurance Indonesia untuk turut meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia agar dapat memiliki masa pensiun yang lebih baik lewat perencanaan pensiun yang sesuai dengan kebutuhan melalui Dana Pensiun Lembaga Keuangan Tokio Marine Life Indonesia,” jelas Nelly Husnayati.

Dalam acara IRO 2018 sendiri Tokio Marine Life Indonesia turut berpartisipasi dengan membuka booth serta menjadi salah satu pengisi acara. “Acara Indonesia Retirement Outlook bertujuan untuk turut memajukan industri Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) di Indonesia dan sekaligus untuk meningkatkan kesadaran serta partisipasi pemberi kerja dan pekerja dalam program pensiun,” jelas Takayuki Nakazato, Direktur Tokio Marine Life Insurance Indonesia yang menjadi salah satu pembicara dalam IRO 2018 dengan memberikan seminar tentang Skema Dana Pensiun dan Pengalaman Sukses Dana Pensiun di Jepang.

Eddy Dwinanto Iskandar

About admin

Check Also

BTN Sebut Posisi Likuiditas Sangat Kuat Dengan LDR Di Bawah 95%

REGIONAL.ID, Jakarta-PT  Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. menyebut perseroan mencatatkan posisi likuiditas terkuat ditopang pertumbuhan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *