Home / Ekonomi & Bisnis / Wallex Garap Peluang Transfer Rp 400 Triliun Lebih
Ki-ka: Jody Ong CEO Wallex Asia , Triono Dawis Direktur Group Wallex.Asia , Hiroyuki Kiga COO Wallex Asia , dan Andy Putra Country Manager Wallex Indonesia (istimewa)

Wallex Garap Peluang Transfer Rp 400 Triliun Lebih

Singapura dan Indonesia adalah mitra dagang berskala besar. Menurut data The Observatory of Economic Complexity (OEC) pada 2016 volume perdagangan barang kedua negara tersebut mencapai hampir USD 28 miliar alias Rp 417 triliun lebih dengan kurs saat ini Rp 14.900 per dolar AS. Nilai transaksi menggiurkan ini pun coba dijadikan peluang oleh Wallex.Asia, platform pengiriman uang lintas negara (cross border remittance).

Ki-ka: Jody Ong CEO Wallex Asia , Triono Dawis Direktur Group Wallex.Asia , Hiroyuki Kiga COO Wallex Asia , dan Andy Putra Country Manager Wallex Indonesia (istimewa)

Menurut Triono Juliarso Dawis, Direktur Group Wallex.Asia perusahaannya hadir di Indonesia untuk menawarkan alternatif pembayaran lintas negara di Indonesia dan Singapura. “Apabila secara tradisional, pilihan pembayaran internasional hanya ada dua , dengan menggunakan jasa dari bank atau money changer, maka Wallex.Asia menjadi alternative baru yang kompetitif dan reliabel,” jelas Triono dalam peluncuran Wallex Indonesia di Gedung Ling Brothers, Jln. Suryopranoto 67 A, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.
Wallex menawarkan kegiatan pembayaran internasional secara digital. Melalui Wallex pengguna individu, pemilik perusahaan UMKM atau bahkan tim treasury perusahaan besar dapat melakukan seluruh rentetan transaksi secara online (daring), dari pendaftaran sampai melakukan transaksi yang ditunjang dengan underlying. “Semua ini dilakukan dengan sistem yang sudah di-review dan di-approve oleh berbagai otoritas terkait, dalam hal ini adalah Bank Indonesia,” imbuh Triono.
Adapun Hiroyuki Kiga, rekan pendiri dan COO Wallex memaparkan, peluncuran Wallex di Indonesia akan mempermudah proses pembayaran internasional. Pasalnya, selama ini ada sejumlah inefisiensi yang ditemui ketika melakukan transaksi internasional di Indonesia; dari batas transaksi bulanan hingga mengisi formulir panjang secara manual. “Kami memangkas semua kendala tersebut dengan menghadirkan pengalaman online (daring) yang mudah. Kami telah mengatasi sendiri sejumlah hambatan itu, dan kini kami memiliki solusinya,” papar Kiga.
Di Indonesia Wallex akan berfokus melayani segmen Usaha Kecil Menengah (UKM) di beragam sektor. Pasar UKM memang cukup menarik. Karena berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, UKM di Indonesia menyerap 97% tenaga kerja di dalam negeri, dan 56% dari total investasi bisnis.
Wallex pun menggadang kemudahan dalam menggunakan platformnya lantaran memiliki dashboard daring yang ringkas. Dengannya, para pelanggan UKM bisa melihat dan mengunci sejumlah tarif, membuat instruksi pembayaran serta mengunggah dokumen-dokumen yang mendasari transaksi. Layanan Wallex yang tersedia 24 jam penuh juga menawarkan kurs valas yang kompetitif dalam 30 mata uang dunia, dan hanya mengenakan biaya minimum sebesar Rp 100.000 dalam setiap pengiriman dana dengan jumlah berapa pun. “Kami yakin, Wallex menyediakan solusi menarik bagi sejumlah kendala yang dihadapi UKM dalam hal pembayaran lintasnegara. Investasi kami di Wallex telah membuat BCA bisa lebih baik lagi memahami peran transformasi digital bagi perbankan, dan bagaimana kami bisa melayani para pelanggan dengan lebih baik lagi,” ungkap Armand Widjaja, dari Central Capital Ventura, sebuah unit bisnis milik Bank Central Asia di sektor investasi teknologi finansial.

Eddy Dwinanto Iskandar

About admin

Check Also

The New Normal Transaksi Property, IPEX Virtual BTN Sedot Lebih dari 2 Juta Pengunjung

REGIONAL.ID, Jakarta-Indonesia Property Expo Virtual 4D perdana yang diselenggarakan oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *