Home / Ekonomi & Bisnis / Indonesian CFO Awards Nobatkan 5 CFO Jawara

Indonesian CFO Awards Nobatkan 5 CFO Jawara

Chief Financial Officer (CFO) saat ini semakin memainkan peran penting dalam mempengaruhi strategi perusahaan, dan telah menjadi mitra strategis bagi CEO. Peran CFO pun telah meluas, dari hanya berfokus pada kepatuhan dan kontrol kualitas, hingga ke perencanaan bisnis dan perubahan proses.

Karena itu, demi mengapresiasi peranan CFO yang semakin penting, diselenggarakan acara 2019 Indonesian CFO Awards yang digelar pada hari Kamis, 31 Januari 2019 pukul 18.00-22.00 WIB di Financial Hall, Graha CIMB Niaga, SCBD, Jl. Jenderal Sudirman Kaveling 58, Jakarta Selatan.

Acara 2019 Indonesian CFO Awards merupakan kolaborasi antara Institute of Certified Management Accountant (ICMA) – Cabang Indonesia, Magister Program Akuntansi Universitas Indonesia, dan Sekolah Bisnis IPMI, yang diselenggarakan oleh Lintas Solusi Sigma. “CFO berperan sebagai partner dari seorang Chief Executive Officer (CEO). Bahkan CFO sekarang sudah harus lebih tahu tentang bisnis dan perusahaan dibandingkan CEO.  Itulah yang melatarbelakangi dilakukannya ajang ini. Kita ingin menekankan pentingnya untuk mempersiapkan CFO yang andal di perusahaan,” jelas Iman Subekti VP ICMA Indonesia di sela-sela acara.

Iman Subekti selaku VP ICMA (depan kanan) tengah menyerahkan piagam penghargaan kepada salah satu pemenang 2019 ICFO Awards (istimewa)

Adapun dalam malam penganugerahan 2019 Indonesian CFO Awards terpilih 5 orang CFO pemenang. Mereka adalah Leonardus Wahyu Wasono dari PT Telkomunikasi Indonesia International yang meraih CFO of The Year, Fuad Rizal dari PT Garuda Indonesia untuk Best CFO in Cost Management, Ridwan Zachrie dari PT Perikanan Nusantara untuk Best CFO in Environment & Society, Ervina Waty dari PT Ismaya untuk Best CFO in Business Analysis, dan Lenggogeni dari PT Industri Nuklir Indonesia untuk Best CFO in Risk Management.

Untuk bisa meraih gelar jawara di 2019 Indonesia CFO Awards Iman Subekti VP ICMA Indonesia menyebutkan, seorang CFO harus memenuhi beberapa kriteria seperti memiliki kemampuan sebagai akuntan, mampu mengidentifikasi masalah,  mampu berkomunikasi dengan baik. memiliki strategi improvement, dan  improvement yang sudah diimplementasikan di perusahaan. “Serta seberapa besar impact dari strategi yang sudah diterapkan,” tambah Iman.

Para pemenang 2019 Indonesian CFO Award sendiri  diseleksi oleh dewan juri yang terdiri dari:

  1. Prof Brendan O’Connell – ICMA Australia
  2. Prof Janek Ratnatunga – ICMA Australia
  3. Prof Roy Sembel – IPMI Business School
  4. Dr Wiwiek M Daryanto – IPMI Business School
  5. Dr Gede Harja Wasistha, CMA – University of Indonesia

Dewan juri Indonesian CFO Awards 2019 sendiri memilih para pemenang di setiap kategori setelah melalui proses penjurian dengan kriteria dan komposisi penilaian sebagai berikut :

  1. Identifikasi masalah (10%)
  2. Strategi dan Perbaikan yang Diimplementasikan (40%)
  3. Penyelarasan dengan Keterampilan CMA (10%)
  4. Dampak / Hasil Implementasi (30%)
  5. Keterampilan Presentasi dan Komunikasi (10%)

Bagi para pemenang, selain mendapatkan penghargaan, para CFO itu juga mendapatkan sertifikat dari ICMA. Adapun manfaat dari sertifikasi ICMA itu, seorang CFO mendapat pengakuan atas prestasi yang dimilikinya. Bahkan pengakuan itu juga diakui secara global, sebab ICMA memiliki jaringan global, di beberapa negara seperti Afrika, Cina, Dubai, Eropa, Hong Kong, India, Indonesia, Iran, Lebanon, Malaysia, Filipina, PNG, Singapura, Sri Lanka, dan Vietnam.

Adapun peserta 2019 Indonesian CFO Awards terbuka untuk umum dengan syarat memegang posisi sebagai CFO atau Direktur Keuangan dari suatu perusahaan di Indonesia.

Dalam penyelenggaraannya, 2019 Indonesian CFO Award dipandu oleh Prasidya Puspa, News Anchor CNN Indonesia, serta diisi dengan pemaparan CFO Market Outlook oleh Karina Sari Dewi dari Robert Walters dan Strategic Negotiation Skills oleh Handito Aji Saroso dari Scotwork serta disemarakkan dengan penampilan dari musisi dan aktris Tara Adia.

ICMA (Institute of Certified Management Accountant) sendiri didirikan di Australia pada tahun 1996 di bawah perlindungan William Dix (mantan Chairman Ford dan Qantas) dan Professor John Miller (mantan Director of Consumer Affairs dan Chairman of Pannell, Kerr, Foster). Adapun tujuan ICMA adalah untuk menyediakan organisasi profesional untuk akuntan manajemen, dan untuk mendorong, menyebarluaskan dan mempromosikan spesialisasi dalam organisasi di Australia. ICMA mendukung profesi ini melalui penelitian, program CMA (Certified Management Accountant), pendidikan berkelanjutan, jejaring, dan advokasi praktik bisnis etis tertinggi.

Saat ini ICMA memiliki jaringan global dan cabang yang hadir di negara-negara berikut: Afrika, Cina, Dubai, Eropa, Hong Kong, India, Indonesia, Iran, Lebanon, Malaysia, Filipina, PNG, Singapura, Sri Lanka, dan Vietnam. Saat ini, Dewan ICMA terdiri dari Pengurus sebagai berikut:

  • President : Prof Brendan O’Connell, PhD, CA, CPA, FCMA
  • Chairman : Prof Michael Tse, MBA, MCom, PhD, FCMA
  • Chief Executive Officer : Prof Janek Ratnatunga, MBA, PhD, FCA, CGBA, CMA
  • Chief Operating Officer : Dr Chris D’Souza, BComm, PhD, FCA, FCMA, CPA
  • President – Indonesia Branch : Daniel Godwin Sihotang, CA, CMA, CBV, CIBA
  • Vice President – Indonesia Branch : Iman Subekti, CA, CMA, CBV
  • Secretary – Indonesia Branch : Inu Pinandito, BKP, CMA, CBV
  • Treasury – Indonesia Branch : Nursakti Niko, CMA

Eddy Dwinanto Iskandar

About admin

Check Also

Kementerian BUMN Dorong BTN Naikkan Target Penyaluran KPR

Regional.id JAKARTA-Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan mendorong PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *