Home / Pemerintahan / Kemenhub : ITL Trisakti Adalah Jawaban Untuk Menghasilkan Sumber Daya Manusia Unggulan
Staf Ahli Kemenhub Gede Pasek Suardika (kedua dari kanan), menerima kenang-kenangan dari Rektor Trisakti Tjuk Sukardiman usai memberikan pemaparan dalam acara Seminar Internasional, Global Research on Sustainable Transport and Logistics 2019, bertema Managing Growth in A Disruptive Environment in Aviation Industry, yang digelar di Kampus Institut Transportasi dan Logistik Trisakti, Jl. IPN Kebon Nanas No.2, Jatinegara, Jakarta Timur hari ini (1/8).

Kemenhub : ITL Trisakti Adalah Jawaban Untuk Menghasilkan Sumber Daya Manusia Unggulan

Regional.id, Jakarta- Indonesia ke depan berpotensi menjadi negara berkekuatan ekonomi yang besar. Meski demikian, ternyata ada prasyarat yang harus dipenuhi untuk merealisasikan potensi tersebut, yakni penurunan nilai logistic dalam Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. “Ke depan salah satu yang menjadi prasyarat Indonesia menjadi negara besar adalah turunnya nilai logistik dari 23% jadi 8% dari total PDB,” demikian diungkapkan Gede Pasek Suardika, Staf Ahli Menteri Perhubungan bidang Ekonomi Kawasan dan Kemitraan Perhubungan, di sela-sela acara Seminar Internasional, Global Research on Sustainable Transport and Logistics 2019, bertema Managing Growth in A Disruptive Environment in Aviation Industry, yang digelar di Kampus Institut Transportasi dan Logistik Trisakti, Jl. IPN Kebon Nanas No.2, Jatinegara, Jakarta Timur hari ini (1/8).

Staf Ahli Kemenhub Gede Pasek Suardika (kedua dari kanan), menerima kenang-kenangan dari Rektor Trisakti Tjuk Sukardiman (ketiga dari kanan) usai memberikan pemaparan dalam acara Seminar Internasional, Global Research on Sustainable Transport and Logistics 2019, bertema Managing Growth in A Disruptive Environment in Aviation Industry, yang digelar di Kampus Institut Transportasi dan Logistik Trisakti, Jl. IPN Kebon Nanas No.2, Jatinegara, Jakarta Timur hari ini (1/8).

Suardika lebih lanjut menuturkan, pemangkasan nilai logistic sebesar itu tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Karena itu pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2045 telah menyusun strategi mencapai potensi tersebut. Di antaranya dengan menjadikan sektor maritim alias kelautan Indonesia menjadi yang terdepan di pentas global. Untuk mencapai tujuan tersebut tentu banyak hal yang harus digenapi. “Caranya tidak hanya dengan membangun infrastruktur, tapi juga membangun budaya kemaritiman. Jadi poros maritim dunia harus kita wujudkan,” ujar Suardika.

Staf Ahli Kemenhub Gede Pasek Suardika tengah memberikan pemaparan dalam acara Seminar Internasional, Global Research on Sustainable Transport and Logistics 2019, bertema Managing Growth in A Disruptive Environment in Aviation Industry, yang digelar Institut Transportasi dan Logistik Trisakti, di kampus ITL Trisakti Jl. IPN Kebon Nanas No.2, Jatinegara, Jakarta Timur hari ini (1/8)

Yang menarik, Suardika menyebut peran penting ITL Trisakti dalam mendukung terwujudnya rencana pemerintah. Menurut Suardika, program dan perkembangan ITL Trisakti sudah sangat inline alias selaras dengan kebijakan pemerintah. “ITL Trisakti sudah inline dan menjadi jawaban, sebagai penjuru bagaimana kita menghasilkan sumber daya unggul untuk kemaritiman dan  pemikiran mendukung budaya maritim dan teknologi maritim yang terdepan,” puji Suardika.

Adapun langkah yang dilakukan ITL Trisakti dengan membangun sumber daya manusia unggulan bidang kemaritiman di kampusnya dianggap Suardika sesuai dengan rencana pemerintah menjadikan sector maritim sebagai industry unggulan Indonesia. “Jadi upaya mencapai nilai logistik 8% dalam PDB membutuhkan karya besar, tidak hanya infrastruktur tapi yang paling penting budaya maritim itu harus dicreate. Karena itu ITL Trisakti harus link and match dengan industri kemaritiman. Indonesia perlu pendidikan vokasi kemaritiman yang juga di-certified supaya dia acceptable oleh industri,” jelas Suardika.

Menyambut pujian Kemenhub, Rektor ITL Trisakti Tjuk Sukardiman menanggapi bahwa pihaknya siap mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan. “Yakni ITL Trisakti siap membantu dan mendukung sepenuhnya kebijakan pemerintah dalam hal ini membuat analisis berkaitan membuat system yang bisa memberikan dukungan atas upaya pemerintah dalam rangka misalnya meningkatkan industry penerbangan,” jelas Tjuk dalam kesempatan serupa.

Untuk itu ITL Trisakti senantiasa berkomitmen mencetak sumber daya manusia yang unggul dalam hal penguasaan teknologi, sekaligus menjadi seorang praktisi. “ITL Trisakti telah menyusun program pendidikan berbasis MEMES multi entry multi exit system yang berbasis praktisi di lapangan. Kita juga berharap dengan seminar ini diharapkan ada pemikiran yang tumbuh di dalamnya untuk nanti bisa diberikan sumbangan ke pemerintah tentang suatu kebijakan yang relevan dengan apa yang disampaikan oleh beliau. ITL Trisakti siap mendukung dalam merancang konsep transportasi yang akan diwujudkan pemerintah,” jelas Tjuk.

Adapun dalam program  multy entry multy exit system (MEMES) yang diterapkan ITL Trisakti, mahasiswa bisa memasuki perkuliahan di ITL Trisakti. Lantas setelah mengikuti satu dua tahun perkuliahan, mahasiswa bersangkutan bisa keluar beberapa waktu untuk bekerja. Dan saat masuk perkuliahan kembali maka masa kerjanya itu akan diakui dan dicatat sebagai pengganti SKS mata kuliah.

 

Eddy Dwinanto Iskandar

@bungiskandar

About admin

Check Also

STP Trisakti Kembali Populerkan Destinasi Wisata Baru

Komitmen Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti (STP Trisakti) untuk mengangkat pariwisata Indonesia kembali terbukti. Pasalnya, pada ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *