Home / CSR / STP Trisakti Kembali Populerkan Destinasi Wisata Baru
Penari tarian khas Betawi dari STP Trisakti tengah menyajikan kuliner khas Betawi Sate Lembut, Sayur Bebesan dan Nasi Kebuli.

STP Trisakti Kembali Populerkan Destinasi Wisata Baru

Komitmen Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti (STP Trisakti) untuk mengangkat pariwisata Indonesia kembali terbukti. Pasalnya, pada Sabtu, 7 September kemarin, STP Trisakti  menggelar Wisata Budaya Betawi, Pengenalan Budaya Betawi di lokasi waduk buatan Tandon Ciater, Tangerang Selatan, Banten. Acara yang ditujukan untuk memperkenalkan lokasi wisata anyar kepada ratusan orang tua mahasiswa baru STP Trisakti itu memang bertujuan untuk mengangkat destinasi pelesiran baru ke khalayak umum.  “Setiap tahun kami mengajak orang tua mahasiswa baru untuk mengunjungi lokasi wisata baru.  Acara ini di bawah penanganan Pusat Bisnis Pariwisata STP Trisakti. Saya arahkan kuncinya satu, cari tempat obyek wisata yang baru dan perlu dikembangkan. Karena itu kali ini  kami pilih Tandon Ciater,” tegas Fetty Asmaniati, Ketua STP Trisakti kepada Regional.id di Tandon Ciater, Sabtu siang (7/9).

Ketua STP Trisakti Fetty Asmaniati tengah memberikan sambutan di acara Wisata Budaya Betawi STP Trisakti di Tandon Ciater, Tangsel, Sabtu (7/9).

Adapun tahun ini acaranya dikemas untuk memperkenalkan wisata budaya Betawi. Karena itu di dalam susunan acaranya termuat City Tour ke Tangerang Selatan, pentas tari Betawi, dan kemudian disusul dengan demo masak hidangan khas Betawi oleh mahasiswa STP Trisakti.  “Pengisi acara memang harus dari mahasiswa. Karena ini menjadi bukti nyata kepada orang tua mahasiswa baru bahwa kami terbukti dapat diandalkan menjadi tempat pendidikan terpercaya putra-putri agar dapat menjadi SDM Pariwisata unggulan,” tegas Fetty.

Ketua Panitia Acara Novita Widyastuti yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Pusat Bisnis Pariwisata STP Trisakti menyebutkan, pihaknya sengaja memilih Tandon Ciater karena ingin mengangkat tempat wisata baru.  “Tandon Ciater ini baru beberapa waktu lalu diresmikan oleh Pemkot Tangsel, karena masih baru jadi kami promosikan sekarang,” ungkap Novita.

Ketua Pusat Bisnis Pariwisata STP Trisakti Novita Widyastuti tengah memperkenalkan lembaganya dalam acara Wisata Budaya Betawi di Tandon Ciater, Tangsel, Sabtu (7/9).

Melalui acara ini pula, Pusat Bisnis Pariwisata STP Trisakti membuktikan kepiawaiannya dalam mendongkrak daya tarik sebuah tempat wisata baru. Sebuah lokasi wisata seperti Tandon Ciater yang relative masih baru dan belum banyak di kenal di luar Tangsel pun dikemas dengan aneka hiburan segar seperti yang disebut di atas.  “Melalui program ini kami sekaligus hendak memperlihatkan kepiawaian Pusat Bisnis Pariwisata STP Trisakti dalam mengangkat lokasi wisata baru yang belum dikenal. Di antaranya mengemas dengan paket budaya sekaligus demo kuliner khas daerahnya. Jadi Pusat Bisnis Kepariwisataan STP Trisakti siap membantu membangun tempat wisata baru yang trennya sedang meningkat dan kami siap berkolaborasi dengan pihak manapun,” tegas Novita

Adapun acara demo masak diusung oleh para mahasiswa STP Trisakti pemenang penghargaan internasional. Di antaranya Risya Ananda Septarini dan Kenny. Risya, mahasiswi semester 7 STP Trisakti sukses menjuarai lomba bergengsi Chef Ultimate 2019 di Thailand 2019. Sementara rekannya Kenny sukses menjuarai lomba masak Food Hotel Indonesia.

Dalam acara tersebut Risya dan Kenny di bawah panduan dosen mereka Chef Chairul Salim menyajikan resep main course atau sajian utama khas Betawi seperti Ayam Oblok atau Ayam Sampyok, Roti Jala atau Dadar Gulung, Sayur Bebesan,  Sate Lembut dan Asinan Betawi. Langkah demi langkah dipaparkan detil oleh Risya dan Kenny di hadapan para orang tua yang antusias mengikuti jalannya acara yang disponsori oleh Cocomas dan House, Kari ala Jepang itu.

Risya, mahasiswi semester 7 STP Trisakti sekaligus pemenang Chef Ultimate 2019 di Thailand tengah memeragakan proses pengolahan sajian khas Betawi kepada para orang tua mahasiswa baru STP Trisakti di Tandon, Ciater, Tangsel (7/9).

Chef Chairul Salim memaparkan, di STP Trisakti mahasiswa akan dibimbing langkah demi langkah untuk mampu mengolah makanan bahkan hingga memperlakukan bahan makanan dengan tepat untuk menghindari pembusukan. “Contohnya, telur kalau ditaruh itu harus yang bagian runcingnya di bawah. Agar memudahkan saat merebus. Lalu telur kalau dicuci maksimal hanya boleh 3 hari di simpan kulkas. Karena air cucian akan meresap melalui pori telur dan mempercepat pembusukan setelah 3 hari. Hal sesederhana ini kami ajarkan agar mereka tahu cara memperlakukan bahan makanan dengan tepat dan menghindari pemborosan,” ujar Chairul.

Chef Chairul Salim (memegang mic), tengah menjelaskan latar belakang dan proses pembuatan kuliner Betawi yang tengah diperagakan mahasiswanya.

Selain demo masak makanan berat juga disajikan cara memasak dessert atau makanan penutup khas betawi seperti kue Kembang Goyang dan Bugis Mandi. Proses pembuatan makanan ringan yang legit dan manis ini juga  dibawakan oleh mahasiswa STP Trisakti di bawah bimbingan chef Alifatqul Maulana.

Penari tarian khas Betawi dari STP Trisakti memperlihatkan kuliner khas Betawi Sate Lembut, Sayur Bebesan dan Nasi Kebuli di Tandon Ciater, Tangsel (7/9).

Di acara tersebut juga dipaparkan testimoni oleh para mahasiswa orang tua mahasiswa baru. Di antaranya Suryati yang ternyata juga merupakan alumni STP Trisakti. “Saya sudah membuktikan sendiri kualitas STP Trisakti karena mudah mencari kerja selepas lulus kuliah. STP Trisakti pilihan berkualitas karena terakreditasi dan ada kerja sama internasional. Selain itu mudah cari kerja. Dibuktikan sendiri oleh saya dan anak saya,” ujarnya semringah.

Jajaran Manajemen dan Dosen STP Trisakti berfoto bersama orang tua mahasiswa baru STP Trisakti di acara Wisata Budaya Betawi STP Trisakti di Tandon Ciater, Tangsel (7/9).

Adapun Tony mempercayakan anaknya kuliah di STP Trisakti karena meyakini industry pariwisata ke depan akan berkembang pesat. Bahkan bisa menyaingi industry minyak dan gas. “ Pekerjaan saya mengharuskan saya travelling ke berbagai daerah di Indonesia. Karena itu saya melihat banyak tempat yang industry migasnya menurun telah tergantikan dengan industry pariwisatanya. Karena itu saya percaya pariwisata akan berkembang gantikan migas dan saya yakin STP Trisakti adalah tempat yang tepat untuk mendidik anak saya karena kualitas pendidikan dan alumninya,” tegas Tony.

Eddy Dwinanto Iskandar

@bungiskandar

About admin

Check Also

Pengamat Militer dan Pertahanan ini Dukung Jenderal Tippe Jadi Menhan

Jakarta, regional.id-Semakin dekatnya jelang pelantikan Presiden terpilih Jokowi-Amin, semakin banyak pula prediksi dan harapan-harapan publik ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *