Home / Uncategorized / Begini Pangkas Verifikasi Pelanggan dari 18 Menit Jadi 1 Menit
CCO Nodeflux Ivan Tigana tengah memberikan pemaparan kepada media (10/10) (Regional.id)

Begini Pangkas Verifikasi Pelanggan dari 18 Menit Jadi 1 Menit

​Nodeflux, perusahaan Vision AI pertama dan terbesar di Indonesia, memperkenalkan teknologi Face Recognition untuk mewujudkan otomasi perbankan termutakhir di Indonesia. Inovasi ini disampaikan dalam program acaranya, Nodeflux Road to Accelerate, Tren Pemanfaatan Face Recognition pada Industri Keuangan, Kamis, 10 Oktober 2019 di Nodeflux HQ, Kemang, Jakarta Selatan.

 

CCO Nodeflux Ivan Tigana tengah memberikan pemaparan kepada media (10/10) (Regional.id)

Melibatkan dua pembicara, Ivan Tigana, Chief Commercial Officer Nodeflux dan Richard Dharmadi, Group Product Manager Nodeflux, acara ini membahas bagaimana teknologi vision AI Nodeflux terus berevolusi untuk optimalkan keamanan dan transaksi perbankan digital di Indonesia. “Dengan VisionAIre, kami hadirkan solusi yang menggabungkan vision AI, input,  dan analitik AI dari berbagai riset dan implementasi teknologi Nodeflux selama beberapa tahun. Termasuk mengembangkan teknologi platform terbaru kami, VisionAIre Know-Your-Customer (KYC) untuk meningkatkan otomasi verifikasi perbankan di Indonesia,” ujar Richard Dharmadi dalam sesi presentasinya.

Kika: Ivan Tigana, Chief Commercial Officer Nodeflux dan Richard Dharmadi, Group Product Manager Nodeflux dalam sesi presentasi di kantor Nodeflux, Kemang, Jaksel (10/10). (Ist)

Menurut riset dari Ernst & Young, proses otomasi verifikasi data atau Electronic Know-Your-Customer (e-KYC) mampu menjawab tantangan utama perbankan, yakni akurasi data dan efisiensi waktu. Berbeda dengan metode tradisional, dalam e-KYC, nasabah hanya perlu memindai dokumen pengenal dan foto untuk memverifikasi keabsahannya secara otomatis. Apalagi, teknologi AI dalam e-KYC ini bisa memangkas proses verifikasi data yang tadinya 18 menit menjadi 1 menit.

Lewat platform VisionAIre Know-Your-Customer (KYC), Nodeflux menghadirkan Vision AI dengan kemampuan analitik Face Recognition untuk melakukan verifikasi data e-KYC dan sistem  otentikasi pelanggan secara akurat. “Metode face recognition (pengenalan wajah) dilakukan dengan konsep pembanding antara wajah input dengan wajah referensi yang terbagi menjadi dua jenis, yakni 1:1 (one to one), perbandingan 1 image input dengan 1 image reference dan 1:N (one to many), perbandingan 1 image input dengan beragam image dari tiap sisi. Untuk kebutuhan e-KYC ini dilakukan dengan jenis 1:1.” Tambah Richard.

Penggunaan VisionAIre KYC mencakup pemindaian seluruh dokumen nasabah, bahkan mampu memangkas waktu yang biasanya memakan waktu berhari-hari dalam proses verifikasi. Untuk pengelolaan dan verifikasi data tersebut, terdapat proses integrasi dengan database instansi terkait yang terjamin kerahasiaannya.

Sebagai perusahaan Vision AI pertama di Indonesia, saat ini teknologi Face Recognition Nodeflux telah mendapatkan pengakuan global. Bersaing dengan lebih dari 90 perusahaan teknologi AI terkemuka di dunia, termasuk Cina dan Rusia, baru-baru ini teknologi Nodeflux  tersebut meraih peringkat ke-25 untuk Face Recognition Vendor Test (FRVT) dari National Institute of Standards and Technology (NIST)

Dalam sesi panel diskusi Nodeflux Road to Accelerate, Ivan Tigana memaparkan, bagaimana ekosistem ekonomi digital di Indonesia semakin diperkokoh dengan ekspansi bisnis perbankan dan e-KYC berbasis AI di Indonesia. Model AI yang dikembangkan oleh Nodeflux, mampu meminimalisir campur tangan manusia dengan melatih teknologi analitik Face Recognition melalui biometrik wajah ​untuk memberikan akurasi yang tepat antara foto di identitas diri dengan swafoto nasabah, sehingga dapat meningkatkan keamanan dan juga mengurangi terjadinya ​fraud​.

Pernyataan ini didukung oleh data dari ​McKinsey & Company bahwa saat ini Indonesia menjadi negara tercepat dalam melakukan adopsi digital. Riset tersebut menambahkan bahwa daya beli masyarakat Indonesia terhadap produk perbankan digital juga meningkat hingga dua kali lipat.

Salah satu strategi Nodeflux ialah terus proaktif dengan berbagai kolaborasi dengan institusi pemerintahan dan lembaga-lembaga riset pengembangan AI,. Kerja sama ini penting untuk mendukung uji coba berkelanjutan Nodeflux demi meningkatkan teknologi mutakhir untuk sukseskan Indonesia masuki era industri 4.0.

Nodeflux sendiri merupakan adalah perusahaan vision AI pertama dan terbesar di Indonesia. Didirikan pada tahun 2016 dengan visi untuk terus menjadi standar tertinggi dalam kemajuan teknologi Indonesia. Hanya dalam tempo dua tahun Nodeflux berhasil menjadi satu dari 24 perusahaan vision AI papan atas dunia, dan satu-satunya perusahaan Indonesia, yang tergabung dalam ​Metropolis Software Partner Program (NVIDIA-MSPP) dan terdaftar dalam papan peringkat penilaian Face Recognition Vendor Test (FRVT) oleh National Institute of Standards (NIST) bulan September 2019.

Lewat produk VisonAIre berbasis ​Intelligent Video Analytics (IVA), Nodeflux  telah mengimplementasikan beragam solusi untuk mendukung berbagai sektor, di antaranya: kota pintar, pertahanan dan keamanan, manajemen pengawasan lalu lintas, manajemen aset dan fasilitas, analisis toko retail maupun grosir, periklanan, dan transportasi. Portofolio klien dan mitra kolaboratif yang telah mempercayai Nodeflux antara lain Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI), NVIDIA, Jasa Marga, HP Enterprise, IBM, ASIAN GAMES 2018, The IMF-World Bank Group Annual Meeting 2018, dan lainnya.

Eddy Dwinanto Iskandar

@bungiskandar

About admin

Check Also

Percepat Pencapaian Sejuta Rumah, Bank BTN Salurkan KPR Untuk Aparatur Sipil Negara, TNI dan POLRI di Palembang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *