Home / Ekonomi & Bisnis / Resep Sukses Mahasiswa STEIN Cetak Hattrick Kemenangan Kompetisi Memasak
Irfan Maulana, kedua dari kanan, ketika dianugerahi medali emas di Lacuisine 2019, di JIExpo, Jakarta. (Ist)

Resep Sukses Mahasiswa STEIN Cetak Hattrick Kemenangan Kompetisi Memasak

Hasil ternyata sungguh tidak akan mengkhianati jerih payah usaha yang sudah ditempuh seseorang. Hal tersebut dibuktikan oleh Irfan Maulana, mahasiswa semester 5 Jurusan Perhotelan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Internasional (STEIN). Berkat semangat, kemauan belajar yang tinggi, dan kerja keras tanpa kenal lelah, bahkan sampai tidak tidur selama tiga hari, dirinya sukses menjuarai kompetisi memasak Lacuisine Competition, SIAL Interfood Jakarta yang diselenggarakan pada tanggal 14 hingga 16 November 2019 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta.

Irfan Maulana, kedua dari kanan, ketika dianugerahi medali emas di Lacuisine 2019, di JIExpo, Jakarta. (Ist)

Bahkan tidak hanya satu, dirinya sukses menggondol juara di tiga kategori sekaligus. Ya, Irfan sukses mencetak hattrick dengan menjadi juara di kategori Indonesia Gastronomy Menu Set, MLA Beef Carving dan Kikkoman Seafood Challenge dengan perolehan masing-masing perunggu, perak dan emas. “Saat diumumkan meraih gold medal di tanggal 16-nya, saya masih tidak percaya kalau meraih emas,” ujar anak muda kelahiran Jakarta 25 Juni 1999 itu seraya tertawa saat ditemui di kampus STEIN, Jl. Raya Kalimalang No.2A, Jakarta Timur, Selasa (18/11).

Irfan berfoto di depan kampus STEIN (Regional.id/Eddy)

Irfan sendiri sukses meraih medali emas berkat kreasinya bertajuk Kikoman Marinated Pan Roasted Tuna Toro, Serve With Fried Soy tofu Seafood Ball, Potato Fondant Glazed Kikoman Soy lemon gastric, Spices Pineapple Compote, Kikoman Soy Air, Crispy Enoki Mushroom, and Garlic Kikoman Soy Sauce.  “Kunci untuk bisa memenangkan sponsored competition adalah menggunakan sebanyak mungkin bahan dari sponsor tersebut agar bisa memenangkannya. Karena itu saya pakai Kikkoman di setiap aspek sajian. Itu kuncinya,” Irfan membocorkan rahasia kemenangannya.

Meski demikian, saat diwawancara lebih lanjut, terungkap racikan sukses Irfan yang sesungguhnya, yakni kerja keras dan kemauan untuk belajar dari kekurangan di dua kompetisi Lacuisine sebelumnya. Memang, kompetisi Lacuisine ini sendiri merupakan yang ketiga kalinya diikuti Irfan. Sebelumnya di Lacuisine 2017 dirinya meraih medali perunggu. Lalu di 2018 dirinya meraih perak. Dan puncaknya di tahun 2019 ini Irfan sukses merebut tiga medali dalam kompetisi yang diikuti 742 peserta dalam 21 kategori itu.

Irfan Maulana tengah beraksi dalam kompetisi Lacuisine 2019 (ist)

Irfan yang lulusan jurusan Tata Boga SMKN 37 Pasar Minggu memaparkan, dirinya selalu belajar dari setiap kompetisi yang diikutinya. “Saya dengarkan masukan juri di setiap lomba sebelumnya, lalu saya terapkan di tahun ini. Hasilnya, alhamdulillah sangat baik,” terang anak muda ramah dan murah senyum itu.

Irfan yang didanai oleh kampusnya dalam mengikuti lomba ini pun berjibaku habis-habisan dalam tiga hari lomba. Bahkan dirinya sampai tidak tidur selama 3 hari karena harus berlatih, dan menyiapkan berbagai kebutuhan termasuk membeli bahan baku untuk mengikuti kompetisi ini. “Persiapannya bisa sampai jam 2 malam. Sementara paginya sudah lomba sampai sore. Hari berikutnya begitu lagi sampai selesai lomba,” jelas Irfan yang juga dibantu oleh rekannya Adinda Wulandari, mahasiswa semester 5 Jurusan Manajemen Perhotelan STEIN, dalam mempersiapkan beragam peralatan dan kebutuhan lomba.

Irfan Maulana bersama Adinda Wulandari, rekan mahasiswi STEIN yang membantunya dalam persiapan kompetisi Lacuisine 2019, (Regional.id)

Selain berbekal pengalaman di dua lomba sebelumnya, pengalaman kerja anak muda pehobi memasak sejak SD ini juga sangat membantunya. Saat ini Irfan bekerja penuh waktu dari siang sampai larut malam di Aprez Café, Pakubowono Residence, setelah pada pagi hingga siang hari berkuliah di STEIN.  Dirinya juga sempat magang selama beberapa bulan di Amuz Gourmet, sebuah restoran fine dining mewah yang berlokasi di Pusat Distrik Bisnis Sudirman (SCBD), Jakarta.

Di kedua tempat restoran mewah itu Irfan mendapatkan pengalaman berharga bekerja sebagai chef professional. Di Amuz, sebagai pekerja magang Irfan dipercaya menyiapkan bahan baku saja. Selanjutnya pengalaman paripurna sebagai chef diperolehnya di Aprez Café. Di Aprez, dirinya dipercaya untuk menyiapkan bahan baku, memproses hingga memasak dan menyajikannya. “Dengan begitu saya paham cara menyiapkan bahan baku dan memproses hingga memasak yang benar. Pengalaman itu jadi bekal penting yang saya gunakan dalam kompetisi Lacuisine,” ungkapnya.

Dirinya pun secara khusus berterima kasih kepada STEIN yang telah mensponsorinya dalam ajang Lacuisine. Tanpa dorongan dan sponsor penuh dari STEIN sulit baginya membayangkan bisa mengikuti ajang Lacuisine yang membutuhkan biaya lumayan itu. Selain itu, dirinya juga bersyukur karena dengan kuliah di STEIN dirinya bisa bekerja penuh waktu di restoran terkemuka dan memetik pengalaman berharga. “ Jadi karena STEIN ini saya bisa kuliah sambil bekerja. Karena kuliah di STEIN itu dari pagi jam 8 sampai jam 1 siang. Setelah itu saya bisa kerja penuh waktu di restoran sampai malam. Ini poin lebih STEIN yang disampaikan ketika presentasi di SMK saya dulu. Setelah dengar presentasi STEIN dulu saat masih di SMK, saya langsung memilih STEIN sebagai tempat kuliah saya,” urai Irfan.

Irfan juga berharap kemenangannya ini bisa mengharumkan citra STEIN. “Saya harap bisa mempromosikan dan banyak calon siswa terbaik yang berminat di industry pariwisata bisa kuliah di STEIN,” ujar Irfan.

Irfan pun nampaknya tipe anak muda yang memiliki impian besar dan jelas. Buktinya, Irfan telah membidik target selanjutnya. “Saya ingin ikut kompetisi memasak tingkat internasional. Selanjutnya mungkin di Malaysia dan kemudian Thailand. Saya harap kepesertaan di tingkat regional ini bisa membuka jalan untuk mengikuti kompetisi memasak di tingkat global lainnya,” harap Irfan.

Eddy Dwinanto Iskandar

@bungiskandar

 

 

About admin

Check Also

Radana Finance Sukses Perkuat Permodalan Seraya Pancangkan Reposisi Bisnis di 2020

PT Radana Bhaskara Finance Tbk. (IDX:HDFA) sebagai perusahaan pembiayaan terkemuka menggelar paparan publik (Public Expose) ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *