Home / Pariwisata / STP Trisakti Dorong Mahasiswa Magang di Luar Negeri dan Pahami Etika Kerja Era 4.0
Seminar Pembekalan Mahasiswa Penerima Beasiswa di STP Trisakti, kemarin (26/11). Regional.id / Eddy Dwinanto

STP Trisakti Dorong Mahasiswa Magang di Luar Negeri dan Pahami Etika Kerja Era 4.0

Salah satu bagian dari proses kuliah adalah program magang kerja yang wajib ditempuh mahasiswa. Pada Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti tak berbeda halnya. Pun demikian, STP Trisakti lebih jauh mendorong mahasiswa dan mahasiswinya untuk menjalani proses magang kerja di luar negeri. Pasalnya, manfaat yang lebih kaya akan diraih mahasiswa jika menjalani proses magangnya di luar negeri.

Seminar Pembekalan Mahasiswa Penerima Beasiswa di STP Trisakti, kemarin (26/11). Regional.id / Eddy Dwinanto

Hal tersebut diungkapkan oleh Tri Djoko, Kepala Marketing sekaligus dosen mata kuliah pemasaran STP Trisakti di sela-sela acara Pembekalan Penerima Beasiswa Unggulan Kemdikbud dan Penerima Beasiswa Prestasi STP Trisakti di kampus STP Trisakti, Jln. IKPN Bintaro No.1, Jakarta. “Magang di luar negeri memiliki banyak kelebihan. Di antaranya pengalaman bekerja yang lebih kaya, pengalaman yang jauh berbeda jika dibandingkan bekerja di dalam negeri,  memahami budaya asing lebih luas lagi, penggunaan keahlian berbahasa asing yang lebih intensif, mendapat sertifikat magang dari luar negeri atau internasional dan insentif bekerja yang lebih besar dibanding di dalam negeri,” ujar Tri kepada Regional.id kemarin (26/11).

Kepala Marketing STP Trisakti, Tri Djoko. Regional.id/Eddy Dwinanto

Tri memberi contoh, jika mahasiswa magang di Swiss akan mendapat insentif magang sebesar 2.800 Swiss franc per bulan atau kurang lebih Rp 39 juta, di Jepang Rp 20 juta, lalu di Hong Kong sebesar Rp 10 juta. “Biaya itu lebih dari cukup untuk biaya hidup bulanan di sana. Tiket pulang pergi yang ditanggung mahasiswa pun tertutupi dengan insentif tersebut,” ujarnya.

Selain tips magang di luar negeri, seminar tersebut juga bertujuan agar mahasiswa mengambil program transfer kredit atau join degree dengan kampus yang menjadi mitra dari STP Trisakti di luar negeri, salah satunya dengan Guilin Tourism University di Guilin, Guangxi, RRT.

Adapun tahun ini total penerima beasiswa di STP Trisakti mencapai 66 orang yang terdiri dari penerima Beasiswa Bidikmisi Kemendikbud, Beasiswa Unggulan Dikti dan Beasiswa Prestasi STP Trisakti. Dan biasanya, 70% dari penerima beasiswa menempuh opsi magang di luar negeri. Sementara secara umum, dari jumlah 500-an orang mahasiswa D4 dan S1 STP Trisakti per angkatan setiap tahunnya, yang magang di luar negeri mencapai 40-50%.

Selain pembekalan untuk mahasiswa penerima beasiswa, di hari yang sama juga dilangsungkan seminar Etika, Budaya & Etos Kerja Era 4.0. yang dibawakan oleh Mellani Solagratia, Direktur SDM Agung Sedayu Retail. Dalam seminarnya Mellani menyampaikan bahwa saat ini industry pariwisata memasuki era 4.0 yang ditandai dengan masifnya disrupsi digitalisasi. Karena itu mahasiswa sebagai calon pekerja maupun pengusaha pariwisata harus memiliki sejumlah skill set, perilaku maupun etos kerja yang sesuai dengan era 4.0. “Di antaranya kita harus memiliki kemauan belajar yang kuat, bekerja dengan keras dan cerdas. Mampu menangkap esensi dengan cepat karena di dunia kerja tidak ada yang akan menyampaikan pelajaran berulang kali seperti saat belajar di kampus, dan your heart, mind and soul harus sepenuhnya berfokus pada pekerjaan di saat bekerja jangan sampai pecah konsentrasi kita,” ujar Mellani.

 

Direktur SDM Agung Sedayu Retail, Mellani Solagratia tengah memberikan pemaparan di kampus STP Trisakti, kemarin 26/11. Regional.id/Eddy Dwinanto

Meski dibutuhkan etos kerja tinggi dan keras dalam berkarir di era 4.0, namun Mellani juga memaparkan pentingnya keseimbangan hidup agar pekerja tetap dapat membagi waktu dengan keluarga dan menjalani hidup dengan sehat. “Agar bisa memiliki energy yang melimpah saat bekerja jangan pernah lupakan untuk makan teratur, beristirahat tidur yang cukup dan berolahraga rutin. Ini semua penting agar kita bisa terus bekerja dengan baik dan berkontribusi maksimal kepada perusahaan,” tegasnya.

Eddy Dwinanto Iskandar

 

About admin

Check Also

Yohanes Don Bosco Doho, Doktor Pertama dari Kedaluan Rembong

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *