Home / Pariwisata / Mahasiswa STEIN Tancap Gas Juarai Kompetisi Memasak
Irfan Maulana (Bagian depan, ketiga dari kanan) bersama para pemenang lainnya (istimewa).

Mahasiswa STEIN Tancap Gas Juarai Kompetisi Memasak

Hanya berbilang minggu, mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Internasional (STEIN) bernama Irfan Maulana kembali merebut juara dalam kompetisi memasak. Sebelumnya, Irfan sukses menggondol tiga medali sekaligus, emas, perak dan perunggu di ajang kompetisi memasak Lacuisine Competition, SIAL Interfood Jakarta yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta pada 14-16 November 2019. Kemenangan tersebut ternyata disusul beberapa minggu kemudian dengan menjadi Runner Up dalam Lomba Inovasi Menu Masakan Berbahan Baku Ikan Tingkat Nasional ke-5 kategori Menu Utama yang digelar Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan & Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, di Pasar Ikan Modern Muara Baru, Jakarta  Utara, 27 November 2019.

Irfan Maulana (Bagian depan, ketiga dari kanan) bersama para pemenang, dewan juri dan penyelenggara lomba(istimewa).

Dalam ajang yang digelar Kementerian Kelautan dan Perikanan itu Irfan sukses menyisihkan puluhan peserta di kategorinya dengan sajian Gurame Asap Bumbu Nambang (Nanas dan Kecombrang). Orisinalitas resep yang diusungnya menyebabkan kelima juri lomba tersebut sepakat mengganjar Irfan dengan peringkat kedua. Irfan mengaku inspirasi membuat menu tersebut berasal dari berbagai lomba sebelumnya. “Jadi sudah pernah membuat sajian sejenis sebelumnya. Selanjutnya tinggal dikombinasikan  dengan nanas dan kecombrang. Paduan itu menghasilkan cita rasa gurih, asam manis, jadi segar rasanya,” Irfan mendeskripsikan kreasinya kepada Regional.id ketika ditemui di kampus STEIN, Jl. Raya Kalimalang No.2A, Jakarta Timur beberapa waktu lalu.

Sajian Gurame Asap Bumbu Nambang (nanas kecombrang) yang menjadi andalan Irfan di lomba kali ini (istimewa).

Dirinya pun memilih ikan gurame karena tidak terlalu amis. Selain itu rasa gurame yang creamy, buttery nan lembut dirasanya cocok untuk diolah sebagai sajian andalan dalam kompetisi ini. Irfan pun tidak main-main dalam memasak. Dirinya bahkan memakai smoking gun yang berbahan kayu apel agar asap yang dihasilkan bercitarasa manis. “Macam-macam kayu bisa dipakai untuk mengasapi. Saya pakai pakai kayu apel impor agar cita rasanya manis,” urai Irfan membocorkan salah satu teknik rahasianya.

Aksi Irfan ketika berkompetisi (istimewa).

Selanjutnya buah nanas dan kecombrang dipadukan untuk meningkatkan aroma wangi dan cita rasa sajian. “Hasilnya, makanan tidak terlalu asam tapi jadi wangi,” urai Irfan.

Irfan sendiri menggambarkan resepnya sebagai sajian tradisional namun dengan teknik masak modern. Ada alasan tersendiri dirinya memakai teknik tersebut. Faktor waktu menjadi penyebab utamanya. “Kalau pakai teknik tradisional sepenuhnya saya khawatir waktu 1,5 jam yang diberikan bisa terlewat. Jadi saya pakai teknik modern,” ungkap Irfan.

Irfan memaparkan, salah satu yang berkesan dari kemenangan ini adalah hasil kreasinya akan dibukukan menjadi buku resep oleh Kementerian KP bersama dengan sajian para pemenang lainnya. “Jadi kabarnya resep kami itu akan dibukukan. Dan kami sudah diinformasikan sebelum mengkuti lomba, jadi tidak masalah, malah bangga karena akan bisa menambah khasanah kuliner Indonesia,” papar anak muda kelahiran Jakarta, 25 Juni 1999 itu, semringah.

Kemenang ini pun tidak membuat Irfan berpuas diri. Irfan telah mematok target selanjutnya. “Saya sepertinya akan menyasar lomba memasak di Thailand pada pertengahan tahun depan karena waktunya cocok. Ada juga lomba di Malaysia awal tahun 2020, tapi sepertinya waktunya bentrok dengan jadwal on the job training wajib dari kampus. Jadi lebih cocok menyasar yang Thailand,” papar Irfan.

Dirinya pun meyakini tidak ada yang sia-sia dalam mengikuti setiap lomba. “Dengan mengikuti kompetisi wawasan kita akan terbuka dengan kemampuan peserta lain dan juga sekaligus mampu mengukur diri sejauh mana mampu bersaing dengan pihak luar,” papar Irfan yang terus memancangkan niat teguh menjadi chef professional sekaligus pemilik restoran di masa depan. Terus semangat meraih mimpi, Irfan!

Eddy Dwinanto Iskandar

@bungiskandar

 

About admin

Check Also

Omset Kedai Kopi di Indonesia Tembus Triliunan Rupiah

Bisnis kedai kopi di Indonesia terus bertumbuh pesat. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah kedai ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *