Home / Ekonomi & Bisnis / Omset Kedai Kopi di Indonesia Tembus Triliunan Rupiah
Manajemen Toffin Indonesia, Majalah Mix-Swa Media Group dan Perwakilan Pebisnis Kopi serta Asosiasi Specialty Coffee Indonesia berfoto bersama dalam acara pemaparan hasil riset industri kedai kopi di Indonesia yang bertajuk “TOFFIN – MIX Research Exposure : 2020 Brewing in Indonesia - Insights for Successful Coffee Shop Business” di Hotel Pullman, Thamrin, Jakarta, (17/12).

Omset Kedai Kopi di Indonesia Tembus Triliunan Rupiah

Bisnis kedai kopi di Indonesia terus bertumbuh pesat. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah kedai kopi di Indonesia secara signifikan dalam tiga tahun terahir dan naiknya konsumsi domestik kopi di Indonesia.

Hasil riset TOFFIN, perusahaan penyedia solusi bisnis berupa barang dan jasa di industri HOREKA (Hotel, restoran, dan kafe), di Indonesia, bersama Majalah MIX MarComm SWA Media Group menunjukkan jumlah kedai kopi di Indonesia pada Agustus 2019 mencapai lebih dari 2950 gerai, meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan pada 2016 yang hanya sekitar 1000.

Angka riil jumlah kedai kopi ini bisa lebih besar karena sensus kedai kopi itu hanya mencakup gerai-gerai berjaringan di kota-kota besar, tidak termasuk kedai-kedai kopi independen yang modern maupun tradisional di berbagai daerah.

Manajemen Toffin Indonesia, Majalah Mix-Swa Media Group dan Perwakilan Pebisnis Kopi serta Asosiasi Specialty Coffee Indonesia berfoto bersama dalam acara pemaparan hasil riset industri kedai kopi di Indonesia yang bertajuk “TOFFIN – MIX Research Exposure : 2020 Brewing in Indonesia – Insights for Successful Coffee Shop Business” di Hotel Pullman, Thamrin, Jakarta, (17/12).

Sementara itu, konsumsi kopi domestik Indonesia juga terus meningkat. Data Tahunan Konsumsi Kopi Indonesia 2019 yang dikeluarkan oleh Global Agricultural Information Network menunjukkan proyeksi konsumsi domestik (Coffee Domestic Consumption) pada 2019/2020 mencapai 294.000 ton atau meningkat sekitar 13.9% dibandingkan konsumsi pada 2018/2019 yang mencapai 258.000 ton.

Secara per kapita, konsumsi kopi masyarakat Indonesia relatif masih rendah dibandingkan negara lain, yaitu hanya sekitar 1 kilogram pada 2018. Bandingkan dengan Vietnam—yang tingkat pendapatannya di bawah Indonesia—yang konsumsi kopi per kapitanya mencapai 1.5 kilogram pada tahun yang sama.

Dari sisi bisnis, penjualan produk Ready to Drink (RTD) Coffee atau kopi siap minum—seperti produk kopi yang dijual di kedai kopi—terus meningkat. Menurut data Euromonitor, kalau pada 2013 retail sales volume RTD Coffee Indonesia hanya sekitar 50 juta liter, pada 2018 menjadi hampir 120 juta liter.

Nicky Kusuma, Vice President Sales and Marketing TOFFIN Indonesia, menuturkan, riset ini diperlukan karena selama ini belum ada survey atau penelitian tentang industri kedai kopi di Indonesia. Untuk itu diharapkan riset ini menjadi panduan bagi pelaku bisnis kedai kopi di Indonesia. “Kami sangat bangga bisa menjadi pihak pertama yang bisa merilis riset ini bersama dengan SWA Media Group, dan memberikan rekomendasi serta referensi yang relevan dan akurat bagi para pebisnis kedai kopi,”  tutur Nicky.

Sementara itu Ario Fajar, Head of Marketing TOFFIN Indonesia menerangkan, dengan jumlah gerai yang terdata saat ini dan asumsi penjualan rata-rata per outlet 200 cup per hari, serta harga kopi per cup Rp22.500, TOFFIN memperkirakan nilai pasar kedai kopi di Indonesia mencapai Rp4.8 triliun per tahun. “Proyeksi pertumbuhan pada 2020 ini juga berdasarkan insight dari konsumen yang dikumpulkan melalui survei online kepada kalangan muda (generasi Y dan Z) penggemar kopi di Indonesia,’ jelas Ario seraya menyebutkan hasil lengkap risetnya bisa diunduh cuma-cuma di situs www.toffin.id.

Andre

About admin

Check Also

Tahun 2020, BTN Bersiap Terapkan Model Bisnis Baru Menjawab Pasar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *