Home / Covid-19 / Pengembang Kecerdasan Buatan Nyatakan Mobilitas di Jakarta Masih Tinggi Saat PSBB
Ilustrasi hasil pemantauan teknologi AI Nodeflux (ist)

Pengembang Kecerdasan Buatan Nyatakan Mobilitas di Jakarta Masih Tinggi Saat PSBB

Dunia sedang dihadapkan pada permasalahan kesehatan masyarakat yang sangat serius dengan merebaknya pandemi Covid-19 di lebih dari 200 negara, termasuk Indonesia. Pun demikian, pengembang teknologi artificial intelligence (AI) alias kecerdasan buatan percaya teknologinya dapat membantu pencegahan penyebaran Covid-19 di Indonesia. Adalah Nodeflux sebagai perusahaan Indonesia pengembang AI yang meyakini bahwa teknologi memiliki peranan yang sangat strategis pada periode yang penuh tantangan ini. “Pandemi telah membawa kami keluar dari zona nyaman, dan memikirkan solusi yang dapat memberikan manfaat kepada Pemerintah dan masyarakat. Hal tersebut merupakan wujud nyata komitmen Nodeflux sebagai pelaku usaha di bidang industri teknologi yang juga senantiasa mendukung penuh kebijakan Pemerintah”, ungkap CEO Nodeflux Meidy Fitranto dalam keterangannya kepada media (21/04).

Ilustrasi hasil pemantauan teknologi AI Nodeflux (ist)

Adapun dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19, Pemerintah Indonesia telah menghimbau masyarakat agar melaksanakan upaya preventif berupa Physical Distancing dan Social Distancing. Beberapa daerah pun telah menindaklanjutinya dengan terbitnya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). “Dalam implementasi kebijakan tersebut, kami melihat adanya peran dan peluang implementasi teknologi kecerdasan buatan (AI), dalam membantu Pemerintah melakukan monitoring, dan mengambil keputusan/tindakan berdasarkan data (data-driven decision making), sehingga proses pemantauan kebijakan tersebut dapat lebih efektif dan efisien,” ujar Meidy

Nodeflux pun meluncurkan berbagai solusi guna membantu mencegah penyebaran Covid-19 melalui solusi berbasis teknologi AI Computer Vision: Nodeflux VisionAIre yang mampu memantau mobilitas publik dengan lebih efektif dan efisien. “Dari pengamatan kami, beberapa daerah redzone di Jakarta masih terdapat mobilitas yang relatif tinggi, hal ini berpotensi meningkatkan penyebaran Covid-19,” urai Meidy.

Nodeflux sendiri telah  melakukan integrasi CCTV di wilayah DKI Jakarta sejak hari pertama diberlakukan PSBB atau sejak Jumat 10 April 2020. Teknologi yang dikembangkan Nodeflux diklaim telah menjangkau hampir 1500 CCTV milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang dapat diakses oleh publik dengan titik persebaran di seluruh area Jakarta atau di 44 Kecamatan.  “Dari hampir 1500 CCTV, sebanyak 90% melakukan video analitik kepadatan kendaraan (vehicle density) dan lebih dari 70% melakukan video analitik kepadatan masyarakat (people density), pada kawasan padat seperti Cakung, Cempaka Putih, Cilandak, dan Tanah Abang,” ungkap Meidy.

Adapun berbagai teknologi yang dikembangkan Nodeflux untuk mencegah penyebaran Covid-19 lebih lanjut mencakup, Public Mobility Monitoring. Teknologi ini dapat mendeteksi dan menghitung kepadatan manusia  serta kendaraan di area publik secara otomatis sebagai indikator adanya mobilitas masyarakat. Kedua teknologi Social Distance Monitoring. Teknologi ini memantau dan memberi peringatan secara otomatis ketika mendeteksi adanya jarak antar manusia kurang dari 1 meter. Terakhir teknologi Face-Mask Monitoring. Teknologi ini memantau dan memberi peringatan secara otomatis ketika mendeteksi adanya manusia yang tidak mengenakan masker. “Di Nodeflux, kami percaya upaya kolaboratif antara Pemerintah dan pihak swasta dapat mendorong percepatan penanganan pandemi ini. Kami membuka peluang kerjasama dengan Pemerintah, Sistem Integrator, Developer dan mitra lain untuk ikut menekan penyebaran Covid-19 dengan memanfaatkan platform Nodeflux VisionAIre,” tegas Meidy.

Eddy Dwinanto Iskandar
Twitter & IG @bungiskandar
Email eddydwin@gmail.com

About admin

Check Also

Gaet Mitra10, Bank BTN Genjot Transaksi  Kartu Debit BTN

REGIONAL.ID, Jakarta-PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk berkolaborasi dengan “Mitra10” toko ritel bahan bangunan milik ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *