Home / Covid-19 / Webinar STP Trisakti : Siap-siap, Industri Pariwisata Akan Tancap Gas di 2021!
Tangkapan layar webinar STP Trisakti.

Webinar STP Trisakti : Siap-siap, Industri Pariwisata Akan Tancap Gas di 2021!

Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti menggelar Acara Webinar Pesona Talks! Serba-serbi Pariwisata Ala Milenial yang digelar pada Sabtu, 16 Mei 2020 pukul 16:00 hingga 17:00 WIB di Zoom Platform dan Youtube Live.

Acara daring yang menampilkan pembicara dari para alumni STP Trisakti yang sukses berkarir ini mengemukakan industri yang digeluti oleh masing-masing pembicara serta kondisi terkini industrinya setelah terdampak pandemi Covid-19.

Webinar ini sendiri diikuti oleh 271 partisipan yang di antaranya terdiri dari sivitas akademika STP Trisakti serta ratusan siswa siswi SMA dan SMK dari berbagai penjuru Indonesia dari Jakarta, Pekanbaru hingga Maluku.

Berikut ini petikan pembicaraan dalam webinar tersebut.

Ketua STP Trisakti, Fetty Asmaniati menyampaikan pembukaannya.  Selamat siang kepada anak-anakku. Khususnya adik-adik SMA dan SMK yang mau melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi dan para alumni yang luar biasa. Yang pertama kita harus selalu bersyukur, bersyukur dan bersyukur dengan kondisi saat ini.

Ketua STP Trisakti Fetty Asmaniati memberikan sambutan dalam webinar Pesona Talks!

Dengan kondisi ini semoga Allah SWT, selalu memberikan kita kekuatan keberkahan. Kami berharap acara PesonaTalks ini bisa menambah wawasan adik-adik SMA dan SMK sehingga semoga kelak ketika menentukan studi akan melanjutkan ke mana, mencari tahu dunia pariwisata akan seperti apa bisa menemukan jawabannya di sini. Nanti sepertti disampaikan ada sharing dari alumni dari industri travel, airlines, hotel, event  dan sebagainya yang akan memperkaya wawasan kita.

Semoga acara ini berlangsung sukses dan membawa keberkahan untuk kita semua.  Dengan ini acara talkshow kedua Pesona Talks STP Trisakti dibuka resmi dengan membaca bismillah.

Ketua Badan Pengurus Yayasan Trisakti, Djanadi Bimo Prakoso memaparkan. Selamat siang adik-adik semua dan para alumni dan tim dari STP Trisakti. Terima kasih terutama untuk Bu Fetty atas undangannya. Saya tujukan kepada para alumni terima kasih telah membantu kami. Saya sampaikan kepada adik-adik SMA dan SMK yang hendak berkarir di dunia pariwisata maka untuk masuk ke STP Trisakti pas sekali. Dari kualitas sangat terjamin. Dasarnya penilaian DIKTI. Lalu link And match. Selesai kuliah dapat kerja. Kedepan perkembangan terbesar adalah dunia pariwisata. Di sini suasana bagus. Dosen bagus. Di sini dosen menganut ketentuan asih asah asuh sehingga kalian bisa mendapat target sesuai yang diinginkan. Sehingga jangan ragu untuk masuk. Demikian dari saya. Saya ucapkan selamat mengikuti Pesona Talk STP Trisakti.

Sementara Reinaldilas moderator webinar sekaligus alumnus STP Trisakti yang pernah berkarir di Grand Hyatt Jakarta dan Ayana Resort Bali membuka acaranya. Saya ucapkan terima kasih kepada peserta yang telah hadir di Pesona Talks SPT Trisakti yang kedua. Kali ini adalah lanjutan Pesona Talks sabtu minggu lalu. Minggu lalu kita berbicara tentang bidang hotel dan kulinary. Kali ini industri pariwisata event, airlines dan entertainment.

Hari ini ada 8 alumni STP Trisakti yang akan berbicara. Pertama Fadhila Hananing Estu, yang kini bekerja sebagai pramugari di Singapore Airlines. Kedua Caroline Tjong yang kini bekerja di San Fransisco AS sebagai travel team. Lalu Stephanie Tando sebagai tour consultant di Wita Tour Jakarta, Kevin Kowara entrepreneur dan konsultan hospitality, Andreas Samuel sales executive Chope, platform online reservasi restoran, lalu Yuliana Kumala market manager Hotelspro, Lydia Citra Agustina, marketing communication event organizer PT Pamerindo Indonesia, Agrifina Amanda sales coordinator The Casablanca Hall, dan sebagai penutup dari Ibu Hera Oktadiana Asisten Profesor STP Trisakti. Kita langsung saja mendengarkan pemaparan dari para pembicara sebagai berikut.

Fadhila Hananing Estu sebagai pramugari di Singapore Airlines memaparkan sekelumit karirnya sebagai pramugari di industri airline.  Kalau menurut aku sebagai flight attendant (FA), aku lulusan perhotelan STP Trisakti jadi sebenarnya agak mirip. Bedanya FA di atas pesawat. Sebagai FA kita ada training hospitality dan safety. Safety-nya lebih penting karena di atas pesawat. Kalau pekerjaannya harus lebih kreatif bagaimana ada passenger ingin ini itu tapi kita tidak ada di kabin. Jadi harus kreatif memberi yang terbaik untuk passenger. Jadi sangat berguna wine, food knowldge yang saya pelajari di STP Trisakti untuk bekerja di airline industry.

Tangkapan layar webinar STP Trisakti.

Industri airline terdampak sangat besar. Karena semua negara closed border. Sekarang ada kemungkinan terbang tapi sedikit. Bulan lalu aku masih dipanggil terbang tapi cuma sekali dalam sebulan. Jadi aku sebisa mungkin menambah ilmu baru. Dari Singapore Airlines (SIA) mereka mulai memberikan online course. Dulu kita ambil wine course tatap muka sekarang bisa online. Aku sendiri ambil kelas bahasa. Ambil kelas bahasa Perancis sudah jalan dua bulan. Lumayan bisa bahasa Perancis, at least bisa service passenger dari Perancis nantinya. Jadi sebisa mungkin menyibukkan diri dan menambah skill.

Good things dari ini semua adalah kita bisa menambah waktu luang. Sementara Bad things tidak bisa kerja. Bersyukur di SIA karena sejauh ini mereka menomorsatukan pegawai, tidak ada yang dimutasi. Jadi lebih baik stay di pekerjaan saat ini karena kalau keluar sulit masuk lagi. Jadi bersyukur di SIA. Karena walau tidak terbang tapi masih kerja di sini.

Tapi saya optimis kedepannya. Usai krisis Covid-19 ini airline akan membludak. Karena semua orang mau pergi, pulang ke rumah, liburan. Karena semua sudah stay lebih dari 3 bulan. Jadi kita stay positive, kita harus siap menghadapi lonjakan ke depan karena pastinya akan full. Jadi sekarang mempersiapkan diri dan armada menghadapi lonjakan ke depan.

Kita juga tetap ada safety course dan lain-lain. Ke depan akan lebih baik, travel, dengan perlahan tapi pasti pulih, Insya Allah.

Caroline Tjong yang kini bekerja di San Fransisco AS sebagai travel team menuturkan. Saya bekerja di Cox yang berkantor pusat di Dublin, Irlandia. Kami perusahaan live & digital brand experience company. Tugas kami mendesain event dengan customer. Kita menghubungkan customer dengan timnya dengan ide kreatif dari compny kita. Saya bagian dari travel team. Saya mengurus logistik event, dari flight shuttle bus, hotel, meeting, event space, transport. Mayoritas klien kita adalah tech company Google, Youtube, dan lainnya. Event kita tak hanya di AS tapi juga di Eropa, Asia, Australia, Afrika.

Kita sudah mulai work from home dari Maret awal. Karena klien kita tech company yang memikirkan kesehatan dan keselamatan stafnya maka kita sudah WFH dari Maret awal.

Event kalau di tempat kami, sibuk dari Maret sampai september. Jadi bayangkan berapa banyak event dicancel. Kurang lebih setengahnya di postpone hingga akhir tahun atau tahun depan. Sebagian diubah jadi digital event. Jadi kesibukannya sekarang dari live event jadi digital event.

Marketnya sekarang berkurang. Karena event kita setengahnya dicancel. Tech company seperti Google event besar minimal 10-20 event setahun. Sekarang Google dari Januari baru 1 event. Sebagian dibuat tahun depan. Sekarang dari live event ganti jadi digital event. Atau semua booking venue diubah tanggal. Semua postpone. Jadi  tahun depan akan sangat busy. Jadi semua akan alokasi slot. Jadi sangat sibuk sekali tahun depan.

Kita mulai beralih ke digital event. Kita mengupgrade diri. Sekarang kita semua mau tidak mau harus melek teknologi. Kalau upgrade diri semua harus ikuti perkembangan zaman. Pasti akan ada orang yang mau digital ada juga yang tetap face to face. Jadi ada perubahan gaya hidup masyarakat. Karena tuntutan akan beralih ke digital. Kita mulai lebih fleksibel. Itu yang terpenting.

Kita anak tahun 2000-an. Ini bukan yang krisis pertama. 2001 AS 9/11, 2003 SARS, 2008 recession. Kalau ini kembali normal kalian anak-anak SMA harus siap kembali ke industri. .

Stephanie Tando yang bekerja sebagai tour consultant wilayah Eropa di Wita Tour memaparkan sebagai berikut. Di Wita Tour kita berfungsi sebagai penasihat. Sebelum berangkat kita kasih tahu ke pelanggan apa yang dijual, durasi terbangnya, apa aman, apa cocok dengan usia peserta. Jadi kita seperti frontliner dan kita benar-benar person to person. Dengan Covid ini kita semua sekarang WFH. Kalau jual tour itu dari jauh hari. Dengan adanya Covid ini semua keberangkatan lebaran dicancel. Jadi sekarang disibukkan dengan pelatihan product knowledge, jadi kita ada training dari kantor.

Saat ini semua diarahkan penundaan untuk ikut tur di bulan Desember. Semua diarahkan keberangkatannya setelah Covid. Jadi kselamatan harus nomor satu. Sejak Covid-19 merebak, kami di Wita Tour pertama dijaga karyawannya. Kita stay WFH dulu. Kita ikuti anjuran pemerintah social distancing, physical, WFH. Kita jangan berpikir apa yang bisa dijual dulu. Tapi kita buat pelatihan-pelatihan. Kita outbound tour. Di Eropa banyak sekali. Makanya dilakukan pelatihan supaya nanti pariwisata pulih kita jualan lebih mudah.

Kita sekarang siap-siap. Saat ini biasanya jumlah peserta kami 15-20 orang satu rombongan. Mungkin nanti ke depannya karena alasan kesehatan kita akan buat group yang lebih kecil. Atau buat group private yang lebih kecil. Jadi cri teman, cari keluarga untuk tour.

Jadi untuk adik-adik SMA-SMK mau  jadi insan pariwisata silakan karena dunia pariwisata ini luas. Negara punya keunikan masing-masing. Cara kita adalah sekarang membekali diri agar bisa siap saat nanti pulih lagi.

Kevin Kowara, entrepreneur F&B dan konsultan hospitaliti memaparkan sebagai berikut.  Setelah bekerja di beberapa negara dan beberapa hotel saya memutuskan untuk menjadi konsultan. Agar bisa membagi pengalaman di tim yang kemarin. Februari di Pontianak ada project pas tanggal 20 Februari ada kasus langsung pulang. Freeze dulu semua development daripada spending lebih besar lagi. Jadi putuskan freeze dulu cut cost. Dengan begini kita tidak maksimal melakukan bisnis. Yang lama saja butuh penyesuaian apalagi yang baru. Ini tantangan baru. Bukan tertidur. Arahnya berubah. Ini challenge baru jadi kita ambil positifnya.

Semua memang kaget dengan kondisi ini tapi harus bisa menyesuaikan. Market turun tapi kita punya media yang bisa membantu untuk tetap bergerak. Penyesuaian operasional yang bisa melewati ini. Saya jaga team agar bisa survive melewati ini. Ke depan industri pariwisata akan tetap bagus tidak mati. Senior-senior kita akan diasah mentalnya. Bersih-bersih. Semua dari bawah. Ke depan tidak mati industrinya. Karena ke depan orang tidak akan berhenti bangun rumah, beli kopi, beli bakso dan sebagainya. Lalu diperhatikan juga masalah sosial. Dan sebagainya. Kita lebih peduli jaga kesehatan tidak menularkan dan sebagainya. Perketat savings agar ada dana darurat dan sebagainya.

Andreas Samuel Sales Executive Chope Indonesia mengungkapkan sebagai berikut. Covid ini challenging. Karena kita platform online restaurant reservation berkaitan dengan F&B service industry. Restoran tutup otomatis pengguna aplikasi dine in berkurang juga. Bahkan nol di beberapa bulan terakhir. Tantangannya di tech industry karena tidak buka aplikasi orang jadi lupa.

Jadi saat ini kita buat satu alternatif, jadi kita sudah berjalan di beberapa platform, sebelumnya kita menunggu customer reserve. Sekarang kita membawa food product dari restoran untuk bisa dinikmati di rumah masing-masing. Jadi sistemnya customer bisa memesan menu favorit dari restoran favorit. Mereka bisa purchase direct dari aplikasi kita delivery dan bisa menikmati di rumah.

Dengan Covid kita lihat teman-teman memulai yang kreatif home cooking dan sebagainya. Jadi beradaptasi shifting semua. Ke depan reservasi akan menjadi hal yang penting. Orang akan concern ke health dan security. Tagline kita Stay Hungry. Agar kita terus mengasah diri. Kalian bisa belajar mengasah keahlian yang kalian sukai agar bisa bermanfaat sekali.

Yuliana Kumala. Market Manager Hotelspro menuturkan sebagai berikut.  Sebagai seorang market manager ke B2B dealing dengan supplier yang mendukung travel agency sendiri. Jadi supplier saya adalah hotel. Adalah retail partner. Perantara dari hotel ke platform lainnya.

Dengan situasi ini sebenarnya sibuk. Cuma kita dealing dengan supplier make sure mereka ready saat market ready. Saat ini sibuk nambah portfolio. Jadi kita akuisisi new hotel, new account, training orang hotel. Agar mereka ready. Sekarang semua bisa online. Meski ini sebuah challenge tapi semua ada jalan keluarnya.

Langkah yang sudah diambil perusahaan melihat dari sisi karyawan. Hotelspro sudah memperhatikan kesehatan karyawannya. Saya dari dulu WFH karena memang tidak ada kantor di Jakarta. Kesempatan yang penting dari Covid ini adalah mempersiapkan diri bagaimana jualannya ke depan. Nantinya 90% akan goes to online. Senjata harus prepare, website dan sebagainya. Jadi teman-teman travel agent kita booking. Jadi nanti semua back to normal kembali lagi. Pesan saya adik-adik  di SMA-SMK basicly pariwisata adalah industri yang menjanjikan. Setelah ini kita ingin cepat liburan ke dunia luar. Jadi stay positive. There will be time for us. Satu hal yang pasti ini mengajarkan kita menerima perubahan. Perubahan adalah hal yang pasti.

Lydia Citra Agustina yang bekerja sebagai marketing communication di PT Pamerindo Indonesia mengungkapkan sebagai berikut.  Company aku adalah exhibitor. Kami melakukan pameran peserta dari mancanegara Italia, Jerman, China terutama. Karena Covid-19 ini banyak sekali company yang mundur dari peserta pameran. Jadi kita melakukan pengunduran jadwal semua diundur ke bulan September.

Kita tidak ada pengurangan karyawan atau salary. Kantor pusat kita di London justru memperkaya diri karyawan dengan memberikan training membuat sistem baru, strategi setelah Covid-19 how we stay sane under stress. Setelah selesai Covid kita bisa jalan dan kembali lagi seperti semula. Sekarang semua digital era jadi banyak webinar. Dengan webinar ini kita face to face bisa menjangkau lebih banyak lagi.

This shall too pass, nothing is forever. Berhubung ini waktunya panjang jadi waktunya kita rebranding diri kita. Untuk teman yang mau masuk kuliah jangan ragu pilih pariwisata. Tidak akan mati. Lapangan pekerjaan akan terbuka luas dan banyak sekali nantinya. Jadi kita harus aware semua akan berlalu. Jadi branding diri agar lebih baik.

Agrifina Amanda yang bekerja sebagai sales coordinator The Casablanca Hall menjelaskan sebagai berikut. Bidang kita related dengan industri lainnya. Mereka butuh satu venue kita tugasnya menjual jasa kita ke mereka. Setelah deal dengan mereka pekerjaan sales tidak disitu saja. Kita handle acara selesai di venue. Jadi kita membantu kebutuhan mereka di venue.

Menanggapi kondisi saat ini langkah yang diambil company kami temporarily closed. Jadi kami melalukan perbaikan dan peningkatan venue. Jadi saat semua kembali normal kita bersiap new opportunity. Kita akan meningkat. Dengan kita WFH kita isi dengan seminar dan pelatihan service. Ada banquet, kitchen ada pelatihan yang diberikan supaya bisa meningkatkan service agar bisa diberikan ke klien.

Antusias membludak. Semua stay healthy, stay positive. Semua yang belajar SMK Pariwisata jangan khawatir. Tidak akan ada matinya semua akan terus berkembang.

Adapun Hera Oktadiana selaku asisten profesor STP Trisakti dan Dosen di James Cook University Australia memberikan kata penutup sebagai  berikut. Situasi akan berubah. World Travel & Tourism Council memaparkan dalam waktu 10 bulan atau setahun ke depan, pariwisata akan kembali seperti semula dan akan kembali naik. Saya baca di sejumlah survei misalnya di Kanada atau Australia. Salah satu aktivitas yang ingin dilakukan orang usai semua ini adalah berkumpul dengan keluarga, makan di restoran atau kafe, menonton pertandingan olah raga, menonton konser.

Ini semua membutuhkan keahlian tenaga pariwisata. Contohnya Vietnam dan Australia sudah mulai membaik. Yang dibuka Vietnam pertama adalah pariwisata. Lalu penerbangan dari Hanoi ke beberapa kota lainnya. Dari Korea Selatan dan Cina. China dan Vietnam.

Perilaku ini menjadikan generasi sekarang adalah clean generation. Generasi yang memperhatikan sekali masalah kebersihan dan kesehatan. Tidak hanya pariwisata tapi juga industri lainnya. Keuntungannya akan mempelajari lagi mempraktekkan hygiene, sanitasi. Inilah The New Normal. Bidang pariwisata multidisiplin juga belajar, komunikasi, psikologi, kulinari, keuangan, practical skill, cooking, barista dan sebagainya.

Kita juga belajar transferable skill. Contohnya people skill, team work, organization skill. Misalnya time management, communication skill yang berguna saat belajar.

Tenaga pariwisata tidak hanya bekerja di tour travel, consultant, tour leader. Tapi bisa juga diretail, perbankan, tourism developer. Jadi saat ini perlu sekali pendidikan. Kita harus benar-benar mempelajari pendidikan pariwisata. Tidak hanya bekerja di core industry hospitality and tourism. Bisa berkiprah sebagai tourism developer. Tourisme developer and planner.

Kita perlu orang yang kuat di pengajaran. Bisa berkiprah di pendidikan. Yang saya sedih. 78% jenis riset di Indonesia dilakukan oleh orang asing. Di sini kita mengapresiasi bagaimana kekayaan di Indonesia. Saat Covid di sini bagaimana orang melakukan virtual tour. Bisa berbisnis sendiri. Bahkan barista bisa via virtual. Bisa mendapatkan sekali banyak manfaat.

Saya sendiri sering sekali diminta menyelenggarakan event untuk teman-teman dan keluarga. Saya bukan ahli MICE (meeting incentive, convention, exhibition) tapi pernah dapat materi event di STP Trisakti.

Karena itu jangan ragu mendaftar ke STP Trisakti. Kuliah Pariwisata karena indonesia sangat perlu kalian yang bisa mengembangkan industri pariwissata di indonesia. Indonesia sangat kaya natural tourism resource. Kita tertinggal dari yang lainnya. Kalian yang akan menggerakkan industri pariwisata ke depan. Industri pariwisata ke depan akan jadi industri terbesar.

Terakhir, Ismeth Osman Wakil Ketua STP Trisakti memaparkan sebagai berikut.

Saya bangga alumni STP Trisakti bisa menduduki berbagai posisi yang mengagumkan. Tentunya ini semua tidak luput dari usaha anda semua. Terima kasih Pak Bimo, Pak Julius, Bu Fetty terima kasih Pesona Talks bisa berjalan lancar. Untuk adik-adik SMA-SMK yang akan menekuni dunia pariwisata kami tunggu. Anda tidak salah tempat pilih STP Trisakti.

 

Redaksi

 

About admin

Check Also

LANXESS Berencana Meningkatkan Kapasitas Oxone Monopersulfate – Bahan Aktif Utama untuk Disinfektan

REGIONAL.ID-Permintaan disinfektan yang semakin besar membuat perusahaan bahan kimia khusus LANXESS berencana untuk meningkatkan kapasitas ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *