Home / Ekonomi & Bisnis / Radana Finance Sukses Efisiensi Bisnis Senilai Ratusan Miliar Rupiah

Radana Finance Sukses Efisiensi Bisnis Senilai Ratusan Miliar Rupiah

PT Radana Bhaskara Finance Tbk  sebagai perusahaan pembiayaan terkemuka menggelar paparan publik (Public Expose) yang diadakan pada Jumat, 28 Agustus 2020 di kantor pusatnya, Cibis Nine Building, Jl. TB. Simatupang, Jakarta Selatan.
Sebagai informasi, PT Radana Bhaskara Finance Tbk. (Radana Finance) merupakan perusahaan pembiayaan yang memiliki pengalaman di industri multifinance dengan bidang usaha meliputi Pembiayaan Investasi, Pembiayaan Modal Kerja, Pembiayaan Multiguna, Kegiatan usaha berbasis fee, Pembiayaan Syariah dan lain sebagainya.

Kika : Direktur Radana Finance Rizalsyah Riezky dan Arif Budiman memberikan keterangan dalam Press Conference Public Expose Radana Finance 2020 di kantor pusatnya, Gedung Cibis Nine, Jl. TB. Simatupang, Jakarta (regional.id).
Kika : Direktur Radana Finance Rizalsyah Riezky dan Arif Budiman memberikan keterangan dalam Press Conference Public Expose Radana Finance 2020 di kantor pusatnya, Gedung Cibis Nine, Jl. TB. Simatupang, Jakarta (regional.id).

Sebagai perusahaan multifinance dengan reputasi yang baik, Radana Finance menempatkan reputasi dan integritas perusahaan di tempat tertinggi. Selain itu, Radana Finane selalu menempatkan tata kelola perusahaan yang baik (GCG) sebagai landasan operasional utama perusahaan. Radana Finance percaya, komitmen dan kepatuhan menjalankan GCG akan berbuah positif dalam jangka panjang.

Tata kelola perusahaan yang baik terbukti menjadi salah satu faktor utama yang mengantarkan Radana Finance untuk bertahan melalui pandemi Covid-19 yang telah memukul perekonomian nasional hingga minus 5,32% pada kuartal kedua 2020, dari sebelumnya 5,02% pada periode yang sama tahun lalu.

Radana Finance masih terus berupaya memberikan hasil maksimal dalam setiap gerak langkahnya di tahun 2020. Sebagai catatan pada semester pertama 2020, Perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 56 miliar. Nilai asset yang dibukukan mencapai Rp 952 miliar, lalu nilai ekuitas di periode yang sama mencapai Rp 552 miliar dan nilai liabilitas Perseroan di 2020 mencapai Rp 400 miliar. Sementara akibat kondisi industri pembiayaan yang berada dalam bayang-bayang pandemi Covid-19 Perseroan mencatatkan kerugian bersih Rp 39 miliar pada semester pertama 2020. Pun demikian Perseroan berhasil mengurangi kerugian bersih dari sebelumnya sebesar Rp 105 miliar di periode serupa tahun 2019.

Menghadapi kondisi industri pembiayaan dan juga perekonomian nasional yang digucang pandemi Covid-19 Perseroan telah menyiapkan berbagai langkah strategis. Sejumlah langkah peningkatan kinerja terus digenjot. Antara lain Radana Finance terus melakukan langkah efisiensi di berbagai lini demi menekan berbagai beban biaya. Hasilnya Perseroan berhasil memangkas signifikan beban biaya dari Rp 266 miliar di semester satu 2019 menjadi Rp 102 miliar di periode yang sama tahun ini.

Perseroan pun sejak tahun 2019 telah melakukan pergeseran portfolio dari Pembiayan Konsumtif di tahun 2019 menuju Pembiayaan Produktif di tahun 2020. Langkah lainnya dengan melakukan restrukturisasi pinjaman nasabah. Hingga Juli 2020, Perseroan telah melakukan restrukturisasi sebanyak 7.056 nasabah dengan nilai pinjaman pokok sebesar Rp 87,76 miliar dengan 93,55% di antaranya merupakan restrukturisasi dengan objek pembiayaan motor. Meski demikian, Perseroan tidak melakukan restrukturisasi pinjaman kepada pihak perbankan.

Demi melesatkan kinerja bisnis, Radana Finance telah melakukan Transformasi Operasional Perseroan di sejumlah bidang, antara lain, Manpower, Jaringan dan Operations.
Strategi selengkapnya di ketiga bidang tersebut sebagai berikut :
1. Manpower,
a. Merombak struktur organisasi secara menyeluruh untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi,
b. Penyesuaian manpower untuk organisasi yang baru sesuai kebutuhan Perseroan,
c. Melakukan perekrutan pada posisi strategis, untuk mendukung bisnis.

2. Jaringan
a. Menyesuaikan jaringan bisnis sesuai dengan perkembangan pembiayaan produktif,
b. Mengoptimalkan efisiensi biaya cabang,
c. Perseroan melakukan perpindahan kantor pusat yang sebelumnya terletak di Jakarta Barat ke Jakarta Selatan,

3. Operations,
a. Pengembangan infrastruktur ICT dan proses bisnis secara adaptif untuk mendukung perkembangan bisnis di era digital.
b. Optimalisasi fungsi Business Transformation untuk memastikan proses transformasi Perseroan berjalan dengan sistematis dan terintegrasi.
Hasil dari berbagai strategi di atas Perseroan berhasil memangkas pengeluaran operasional dengan signifikan, dari Rp 53,162 miliar di semester 1 2019 menjadi Rp 24,354 miliar di periode yang sama tahun ini.

“Kami menyadari bahwa perekonomian Indonesia dalam tantangan yang berat dalam bayang-bayang pandemi Covid-19. Meski demikian, sebagai perusahaan dengan rekam jejak pengalaman yang kuat selama puluhan tahun di industri multifinance kami akan terus memperkuat posisi kami, sekaligus mendorong perekonomian dan masyarakat Indonesia agar terus berdaya dalam menghadapi pandemi Covid-19. Kami yakin dengan tekad dan gerak bersama kita akan bisa mengatasi masa-masa yang penuh tantangan ini,” ujar Rizalsyah Riezky, Direktur Radana Finance dalam pemaparannya di acara Press Conference Public Expose Radana Finance 2020 di kantor pusatnya, Cibis Nine Building, Jl. TB Simatupang, Jakarta Selatan, hari ini (28/08).

“Terakhir, Perseroan terus berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi stakeholder dan mitra bisnis dengan terus meningkatkan kualitas SDM, business process dan pengembangan teknologi sesuai tagline Radana Finance, Mitra andal, sahabat Anda,” urai Arif.
Redaksi

About admin

Check Also

Konsep Shared Responsibility Telah Menjadi Bagian dari Kode Etik Anggota RSPO Selama Lebih dari Lima Tahun

REGIONAL.ID, Jakarta-Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) pada Rabu (19/8/2020), menyelenggarakan media gathering online yang ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *