Home / CSR / Pengusaha Jamu Raih Penghargaan PBB dengan Membantu Ribuan Perempuan
Martha Tilaar (kedua dari kanan). Dok : Marthatilaargroup.com

Pengusaha Jamu Raih Penghargaan PBB dengan Membantu Ribuan Perempuan

Mengawali dari garasi rumah, Martha Tilaar sukses membangun bisnisnya menjadi perusahaan multinasional dengan fokus di bidang kecantikan dan jamu. Lebih hebatnya lagi, perempuan kelahiran Gombong, Kebumen, Jawa Tengah 81 tahun silam itu sukses meraih penghargaan dari Perserikatan Bangsa Bangsa atas upayanya dalam memberdayakan kaum perempuan dan mendorong perkembangan usaha kecil di berbagai pelosok Indonesia.

Martha Tilaar (kedua dari kanan).
Dok : Marthatilaargroup.com
Pengumuman penghargaan itu sendiri dilangsungkan kemarin (19/9) di Markas Besar PBB di New York, AS, ketika United Nations Global Compact mengumumkan bahwa Martha Tilaar termasuk dalam salah satu dari sepuluh SDG Pioneers tahun 2018. SDG Pioneers sendiri merupakan individu-individu dari seluruh dunia yang dipandang menjalankan UN Sustainable Development Goals (SDGs) melalui perusahaan-perusahaan mereka dan menginspirasi lainnya untuk mendukung gerakan ini. Acara penobatan SDG Pioneers sendiri akan dilakukan pada UN Global Compact Leaders Summit 2018 tanggal 24 September bertempat di kantor utama PBB di New York. “Sepuluh individu hebat ini mendemonstrasikan bagaimana bisnis dapat membuka kunci di bidang ekonomi, sosial dan lingkungan sekitar untuk meningkatkan hasil yang lebih baik di dunia dengan menerapkan Sustainable Development Goals,” ujar Lise Kingo, CEO & Executive Director UN Global Compact dalam keterangan pers yang diterima Regional.id hari ini (20/9).

Kelompok Penyeleksi SDG Pioneers terdiri dari perwakilan anggota UN Global Compact Board Members, Expert Networks, Global Compact Network Council, Akademisi, UN Focal Points dan SDG Pioneers sebelumnya. Seperangkat kriteria menjadi dasar penjaringan nama-nama nominator dengan berfokus pada komitmen individual dalam menerapkan Sepuluh Prinsip dan meningkatkan kepedulian atas SDG, keterlibatan mereka dengan UN Global Compact dan jaringan lokalnya.

Inisiatif pengembangan korporat UN Global Compact merupakan upaya untuk mengajak perusahaan-perusahaan untuk menyamakan strategi dan operasi dengan prinsip universal pada hak asasi manusia ketenagakerjaan lingkungan hidup anti korupsi dan mengambil tindakan tindakan yang meningkatkan tujuan-tujuan sosial di Indonesia. Hingga kini lebih dari 70 perusahaan dan organisasi non bisnis telah bergabung dalam Global Compact Network Indonesia dan mendukung usaha usaha mereka untuk menerapkan kegiatan bisnis yang berkesinambungan sejak 2006.

Adapun Martha Tilaar berkat perkembangan bisnis kecantikan dan jamu yang didirikannya, Martha Tilaar Group, dipandang telah memberdayakan ribuan perempuan di Indonesia. Di antaranya dengan mengajarkan para perempuan untuk mendapatkan keahlian, mencegah mereka menjadi korban perdagangan manusia yang terkadang disamarkan sebagai pencari tenaga kerja lokal. Usaha ini telah mengubah hidup banyak perempuan melalui pengadaan lapangan pekerjaan dan usaha.

Martha dipandang telah mengenalkan ramuan herbal tradisional Indonesia alias jamu kepada pasar internasional melalui produk-produknya yang ditujukan pada perempuan. Selain itu dirinya menciptakan lapangan hijau khusus tanaman herbal yang dinamakan Kampoeng Djamoe Organik (Organic Herbal Village), sebagai salah satu usahanya untuk mempertahankan kosmetik dan obat-obatan herbal secara organik. Kini, Martha mempekerjakan lebih banyak pekerja perempuan di perusahaannya dengan komposisi mencapai 70% dari total karyawan untuk memproduksi kosmetika dan jamu.

Dalam menerapkan pemberdayaan perempuan, Martha juga mendirikan pusat pelatihan untuk terapis spa dengan konsep beasiswa penuh dengan akomodasi, uang saku, dan pelatihan gratis selama 3-6 bulan untuk perempuan muda dari keluarga kurang mampu di desa-desa. Perusahaan Martha melatih para perempuan ini untuk memiliki keahlian khusus dalam bidang terapi, perhotelan, sikap baik, finansial dasar, kecantikan dan lainnya. Hingga kini Martha Tilaar Group telah mendidik lebih dari 6 ribu perempuan Indonesia yang kini menjadi perempuan dengan keahlian khusus dan sebagian telah menjadi entrepreneur yang mempunyai bidang sendiri di layanan kecantikan.

Melalui perusahaannya Martha Tilaar juga membantu mempertahankan minuman tradisional herbal yang juga dikenal sebagai jamu sebagai warisan Indonesia dengan menolong penjual jalanan untuk memproduksi minuman jamu yang berstandar. Selama lebih dari 20 tahun grup Martha Tilaar telah mensupervisi lebih dari 2500 penjual jamu yang sebagian besar berubah menjadi pebisnis yang sukses dan memperbaiki kondisi keuangan keluarga mereka. “Saya percaya bahwa kita tidak boleh melupakan kekuatan dari para perempuan penduduk asli. Sampai hari ini saya masih melihat perempuan dengan keahlian khusus dan belum mendapatkan kesempatan untuk menyadari potensi mereka. Untuk menyuarakan Global Goals kita butuh lebih banyak perempuan untuk terlibat dalam seluruh aspek kehidupan,” tegas Martha Tilaar.

Eddy Dwinanto Iskandar

About admin

Check Also

Sukses BAP Mendulang Cuan dari Minyak Jelantah

Mungkin tidak ada yang menyangka, minyak jelantah, alias limbah minyak goreng kelapa sawit bisa menjadi ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *