Home / Ekonomi & Bisnis / Ngafe Sambil Nukang? Ini Tempatnya
Ki-ka : Gunadi Karim, Marques Darmawan, King Hartono Hamidjaja.

Ngafe Sambil Nukang? Ini Tempatnya

Jika selama ini kafe lebih banyak dijadikan tempat meeting dan kerja menggunakan laptop, namun kini sudah ada kafe yang sekaligus bisa dijadikan tempat ‘menukang’ alias membuat kerajinan kayu. Ya, di Gregor’s Café yang berlokasi di Jalan Arteri Kelapa Gading No. 53 Jakarta Utara pengunjung bisa membuat aneka kerajinan kayu seperti bingkai foto dan hiasan dinding dalam sebuah kelas program khusus. Adapun kehadiran kelas di Gregor’s Café itu difasilitasi oleh komunitas penghobi kerajinan kayu RuangQu dengan didukung oleh produsen peralatan perkakas asal AS Stanley Black & Decker dan Dewalt. Kerja sama tiga pihak ini saling berkolaborasi dalam menyediakan tempat pelatihan, mentor atau instruktur dan peralatan perkakas yang dibutuhkan dalam proses pelatihannya.

Ki-ka : Gunadi Karim, Marques Darmawan, King Hartono Hamidjaja.

Gunadi Karim, salah satu pendiri Gregor’s Café menjelaskan, pihaknya terdorong untuk bekerja sama membuat pelatihan kerajinan kayu karena latar belakangnya di dunia furnitur. Selain itu dirinya juga karena ingin mendorong tumbuhnya industri kreatif dalam negeri melalui Gregor’s Cafe. “Nantinya, selain menikmati berbagai kuliner di Gregor’s Café, pengunjung juga dapat mencoba berbagai peralatan untuk pembuatan produk furnitur sederhana dalam kelas Do it Yourself (DIY) reguler di sini,” jelasnya dalam jumpa pers yang digelar di Gregor’s Café, 10 November kemarin.

Adapun untuk bisa menikmati program tersebut pengunjung harus mendaftar terlebih dulu dengan biaya sebesar Rp 200 ribu per orang. Dengan harga tersebut peserta bisa membuat aneka kerajinan kayu dengan dibimbing oleh instruktur dari komunitas RuangQu. Adapun berbagai peralatannya disediakan oleh Stanley Black & Decker. Plus, pengunjung bisa menikmati makan siang dan membawa pulang hasil karyanya.

Marques Darmawan, pendiri RuangQu menerangkan, pihaknya tertarik menggelar kelas pelatihan ini karena ingin mendorong tren DIY yang sedang mewabah saat ini. Menurutnya, jika masyarakat diberi kesempatan untuk belajar lebih dalam mengenai DIY, akan hadir berbagai produk inovatif bernilai ekonomi. “Adanya kelas DIY akan memfasilitasi mereka untuk belajar langsung mengenai cara membuat produk sederhana dan bagaimana menggunakan tools dengan aman,” papar Marques.

Sementara King Hartono Hamidjaja, Country Director Stanley Black & Decker (SBD) Indonesia, yang turut hadir dalam acara tersebut menjelaskan, pihaknya mendukung semangat generasi muda dalam mengembangkan industri kreatif. Adapun langkah nyata SBD mendorong industri kreatif adalah dengan mendirikan makerspace atau ruang karya bagi para pegiat komunitas DIY di beberapa daerah. “Khusus untuk kali ini, SBD mendukung kolaborasi antara RuangQu dan Gregor’s Café dengan menyediakan berbagai keperluan tools untuk kelas DIY,” ungkap King.

Eddy Dwinanto Iskandar

About admin

Check Also

BTN Sebut Posisi Likuiditas Sangat Kuat Dengan LDR Di Bawah 95%

REGIONAL.ID, Jakarta-PT  Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. menyebut perseroan mencatatkan posisi likuiditas terkuat ditopang pertumbuhan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *