Home / Pariwisata / Tekad Kuat STP Trisakti Meningkatkan Kualitas Lembaga Pada Dies Natalis Ke-50
Acara Sidang Terbuka Senat Akademik Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti, dengan acara tunggal Dies Natalis ke-50 Lustrum X yang digelar di Auditorium kampus STP Trisakti Jakarta di Jl. IKPN Bintaro No.1, Bintaro, Jakarta Selatan, Rabu 19 Juni 2019.

Tekad Kuat STP Trisakti Meningkatkan Kualitas Lembaga Pada Dies Natalis Ke-50

Genap lima puluh tahun usia Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti pada 2 Juni 2019. Karena itu pada Rabu 19 Juni 2019 kemarin diselenggarakan acara Sidang Terbuka Senat Akademik Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti, dengan acara tunggal Dies Natalis ke-50 Lustrum X yang digelar di Auditorium kampus STP Trisakti Jakarta di Jl. IKPN Bintaro No.1, Bintaro, Jakarta Selatan. Ketua LL Dikti Wilayah III Illah Sailah pun memuji berbagai pencapaian kampus yang kini telah memiliki mahasiswa asing dari empat benua tersebut. “Kami bangga saat ini STP Trisakti telah banyak membangun kerjasama dengan user dan stakeholders. Kerja sama dengan industry pariwisata dalam dan luar negeri, insan bisnis, dan juga media massa. Jadi STP Trisakti sudah menjalankan kerja sama dengan unsur penta helix, akademisi, bisnis, government, media dan komunitas. Ini yang akan terus memajukan STP Trisakti,” puji Illah Sailah di sela-sela acara .

Acara Sidang Terbuka Senat Akademik Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti, dengan acara tunggal Dies Natalis ke-50 Lustrum X yang digelar di Auditorium kampus STP Trisakti Jakarta di Jl. IKPN Bintaro No.1, Bintaro, Jakarta Selatan, Rabu 19 Juni 2019.

Berbagai pencapaian itu pun membuat Illah yakin bahwa STP Trisakti dapat segera bertransformasi menjadi Institut. Penjelasan Illah, syarat menjadi institut yakni memiliki 3 program studi. STP Trisakti yang saat ini memiliki 1 program studi pun dinilai layak menjadi institute dengan mengubah 2 jurusannya yang sudah ada menjadi program studi.

Ketua LL Dikti Wilayah III, Illah Sailah diwawancarai media di sela-sela acara.

Adapun terkait dengan kualitas SDM pariwisata Indonesia, Illah memberi saran agar STP Trisakti tak henti menstimulasi mahasiswanya dengan dorongan imajinasi untuk menghasilkan inovasi berteknologi tinggi. Pasalnya saat ini industri pariwisata telah erat berjalin dengan teknologi. “STP Trisakti harus melakukan rangsangan imajinasi pada mahasiswa, sehingga tumbuh inovasi dan kreativitas baru di bidang pariwisata yang melibatkan teknologi didalamnya,” Illah kembali menyarankan.

Saran Illah pun nampak selaras dengan rencana STP Trisakti. Ketua STP Trisakti, Fetty Asmaniati dalam sambutannya di acara yang sama menyampaikan saat ini STP Trisakti tengah berupaya meningkatkan status STP Trisakti dari Sekolah Tinggi menjadi Institut.

Fetty Asmaniati, Ketua STP Trisakti (istimewa).

Untuk mewujudkan rencana tersebut STP Trisakti pun senantiasa mengusung visi dan misi untuk menjadi pusat keunggulan dalam Pengembangan Ilmu Pariwisata dan Hospitality, yang memiliki daya saing Global. “Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya akreditasi yang diperoleh dari program studi yang ada di STP Trisakti, yaitu untuk Program Perhotelan D1, D3, Sarjana Terapan serta Usaha Perjalanan Wisata dan untuk Program Akademik S1 dan S2,” jelas Fetty.

Adapun mahasiswa STP Trisakti kini berasal dari 29 provinsi di seantero Indonesia. Bahkan mahasiswa STP Trisakti pun kini berasal dari mancanegara. Tak kurang mahasiswa dari 19 negara yang berada di empat benua yakni Asia, Eropa, Afrika, dan Amerika yang kini tengah berkuliah di STP Trisakti.

Kepercayaan para mahasiswa untuk menempuh ilmu pariwisata di STP Trisakti turut ditunjang dengan kualitas dosen. Saat ini dosen STP Trisakti yang telah meraih sertifikasi dosen mencapai 60%, dan bahkan STP Trisakti telah mencetak professor di bidang pariwisata. “Tantangan kedepan diharapkan STP Trisakti mampu menghasilkan banyak Guru Besar,” kata Fetty.

Rasa syukur atas usia emas yang dicapai STP Trisakti turut disampaikan Ketua Dewan Pembina Yayasan Trisakti, Harry Tjan Silalahi. Untuk itu Harry mengucapkan terimakasih kepada para Pendiri STP Trisakti, yang sebelumnya bernama Akademi Pariwisata Trisakti itu. “Kita ini bagai kekuatan yang tersembunyi bagi bangsa Indonesia. Kita telah mendidik para Pemuda dan Pemudi Indonesia di bidang Pariwisata. Saat ini Pariwisata telah menjadi kontribusi terbesar dalam pembangunan Ekonomi masyarakat Indonesia, bahkan berkontribusi dalam Pendapatan Negara,” papar Harry.

Berbagai pencapaian emas STP Trisakti, lanjut Harry juga terwujud berkat kerja sama dengan berbagai pihak di bawah naungan Yayasan Trisakti. “Ibarat berat sama dipikul, ringan sama dijinjing, lembaga pendidikan tinggi di bawah Yayasan Trisakti juga harus meningkatkan gotong-royong, tidak boleh seperti perusahaan yang mencari untung, tetapi juga harus membantu yang lemah, kita tidak sekedar mencakapkan para mahasiswa secara intelektual, namun juga harus membudayakan mahasiswa,” tegas Harry.

Dalam rangkaian acara Dies Natalis juga terdapat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara STP Trisakti dengan berbagai pemerintah daerah, kampus dan juga pihak swasta. Di antaranya dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Universitas Gadjah Mada, dan Martha Tilaar Group. MoU yang dilakukan tersebut antara lain memuat rencana kerja sama pengembangan desa wisata di berbagai daerah.

 

Serangkaian dengan acara Dies Natalis STP Trisakti, di bagian lobi kampus juga digelar aneka booth yang memuat -produk-produk unggulan dari berbagai desa wisata di Indonesia di antaranya Desa Cibuntu, Desa Lingga Mekar, Desa Cigugur, dari Kuningan, Jawa Barat, Desa Pesindon dari Pekalongan, dan booth Dinas Pariwisata Kota Tangerang Selatan, Banten.

Ketua STP Trisakti Fetty Asmaniati (tengah) bersama Pemkot Tangerang Selatan usai menandatangani MoU.

Nurbaeti, Wakil Ketua STP Trisakti pun turut menyambangi berbagai booth tersebut. Bahkan dirinya tak segan memberi saran peningkatan kualitas kepada partisipan booth. Di booth Desa Cigugur, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat, Nurbaeti turut memberi masukan kepada peserta. “Ini produk keripiknya sudah bagus. Namun bisa lebih ditingkatn. Caranya kemasan kripik ini diganti dari plasti ke kertas. Sudah ada kemasannya tersedia di pasar. Ini harus kita lakukan agar lingkungan kita tetap terjaga kelestariannya,” jelas Nurbaeti kepada peserta di booth Desa Cigugur yang disambut dengan anggukan dan janji untuk menjalankan saran tersebut.

Wakil Ketua STP Trisakti, Nurbaeti, tengah memberi saran peningkatan produk kepada peserta booth dari Desa Cigugur Kuningan, Jawa Barat, dalam rangkaian acara Dies Natalies ke-50 STP Trisakti di kampus STP Trisakti.

Eddy Dwinanto Iskandar

 

About admin

Check Also

Indonesia Blockchain Week 2020 Resmi Dimulai

Acara tahunan Indonesia Blockchain Week (IBW) 2020 resmi dimulai pada Selasa, 18 Agustus 2020 kemarin ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *