Home / Pariwisata / Kiprah AKPINDO-STEIN Sukses Go International
Foto bersama para mahasiswa dan dosen AKPINDO-STEIN saat berkunjung ke Punjab, India.

Kiprah AKPINDO-STEIN Sukses Go International

Industri pariwisata adalah sector lintas batas negara. Karena itu para praktisi bisnisnya harus memiliki wawasan internasional. AKPINDO-STEIN sebagai institusi pendidikan yang bertujuan mencetak insan SDM pariwisata unggulan sangat memahami hal tersebut. Untuk itu, kampus yang berlokasi di Jl. Raya Kalimalang No.2A, Makasar, Jakarta Timur itu menggelar Summer Program yang membawa 17 orang mahasiswa pilihan di kampusnya mengunjungi Lovely Professional University (LPU) di Punjab, India.

Foto bersama para mahasiswa dan dosen AKPINDO-STEIN saat berkunjung ke Punjab, India.

Di sana, selama dua minggu atau dari tanggal 5-16 Agustus 2019 lalu para mahasiswa AKPINDO-STEIN mengikuti program perkuliahan di LPU, mengikuti berbagai program perkenalan budaya, mengenal kuliner lokal, mendalami yoga, hingga belajar teknik pemasaran digital ke para praktisinya langsung di India. Tak cuma itu, para dosen AKPINDO-STEIN yang turut serta mendampingi mahasiswanya pun memberi perkuliahan di sana. “Karena kami sekolah tinggi berwawasan internasional maka sudah menjadi program rutin tahunan kami untuk berkunjung ke mancanegara. Kali ini mahasiswa dan dosen AKPINDO-STEIN berkunjung ke Lovely Professional University di Punjab India dalam rangka Program Summer Course atas bantuan TIE-UPS sebagai penghubung.  Tujuan besarnya adalah memupuk keberanian mahasiswa kami untuk go international,” jelas Chairman AKPINDO-STEIN Dr. Parlagutan Silitonga, ketika diwawancarai Regional.id di kampusnya sepulangnya dari India.

Foto bersama Summer Program and Digital Marketing Course, Dr. P. Silitonga dan Ravi Makhija dari TIE UPS.

Program internasional Summer Course ini sendiri sebelumnya telah memberangkatkan mahasiswa ke Malaysia. Adapun para mahasiswa yang telah berkunjung ke luar negeri diwajibkan untuk membagikan pengetahuan yang diperolehnya kepada para mahasiswa AKPINDO-STEIN lainnya di kampus. Caranya dengan menggelar kelas sharing session. Di kelas  tersebut para mahasiswa yang pergi ke India membagikan tentang teknik pemasaran digital, sajian kuliner India, hingga tari-tarian India yang dipelajari selama berkunjung ke Punjab.

Penyerahan cinderamata dari LPU kepada Meylani Tuti mewakili STEIN yang diberikan oleh
Aman Mittal (Additional Director Division of Internasional Affairs) didampingi oleh Supriya dan Nitesh Mahajan (Assistant Director of International Affairs- berkemeja biru).

Irfan Maulana mahasiswa S1 Manajemen Perhotelan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Internasional (STEIN) mengaku sangat gembira bisa berkunjung ke India. “Saya hobi masak. Karena itu saya belajar masakan India di sana dibimbing langsung sama Chef asli India. Dan sekarang saya bisa masak masakan India di sini,” jelasnya.

Kesempatan itu memang tak disia-siakan pemuda kelahiran Jakarta tahun 1999 itu untuk menyerap aneka resep masakan India. Hasilnya, dirinya pun mampu menyajikan sajian India dengan rasa yang telah dimodifikasi sesuai dengan lidah orang Indonesia. Saat Regional.id berkunjung ke kampus AKPINDO-STEIN pada Selasa 20 Agustus kemarin, Irfan yang hobi masak dan bermusik itu menyajikan kepada dosen dan sejumlah teman-temannya mahasiswa AKPINDO-STEIN nasi goreng India dengan bahan beras Basmati yang berbulir panjang, lalu Vegetable Samosa yang seperti pastel berisi sayuran dan kari, Thawa Roti India yang dimakan dengan siraman kuah kari kental Paneer Makhani serta Aloogobi, hidangan pencuci mulut khas Punjab, yang manis dan legit.  “Hidangan India itu dominan menggunakan bumbu yang telah dihaluskan berbentuk bubuk. Karena itu sebagian bumbu kita bawa langsung dari India agar sebagian rasa aslinya tetap terjaga. Saya sesuaikan rasanya dengan lidah orang Indonesia karena rasa aslinya itu sangat berat dengan bumbu rempah India,” ujar Irfan semringah.

Selain belajar kuliner Irfan pun mempelajari pemasaran digital. Hal itu dirasanya sangat bermanfaat. Pasalnya Irfan bersama sejumlah rekan mahasiswa AKPINDO-STEIN lain telah memiliki purwarupa bisnis kuliner CasaWOW Chips, keripik singkong aneka rasa. “Saat ini CasaWOW masih prototype. Tapi pemasaran digital yang saya pelajari di India sangat berguna ketika nantinya CasaWOW diluncurkan resmi ke public,” ujar Irfan yang bercita-cita menjadi pemilik resto berbintang Michelin pertama di Indonesia itu dengan antusias.

Mahasiswa AKPINDO-STEIN saat mengikuti industrial visit of digital marketing di Grazitti Interactive, India.

Semangat yang sama juga ditunjukkan oleh Larasati Utami, mahasiswi D3 Travel Management AKPINDO. Dara 24 tahun itu mengaku kunjungannya ke India sangat berkesan. “Saya belajar budaya India, tariannya, kulinernya. Kita juga berkunjung ke Rock Garden, Golden Temple dan Traditional Market. Jadi jika saya kelak jadi membawa tamu ke sana saya tidak canggung lagi,” papar Laras dengan riang.

Pun demikian halnya dengan Muhammad Sazia Fernanda, Mahasiswa SI Manajemen Perhotelan STEIN yang turut ke India. Dirinya mengaku mempelajari pemasaran digital dengan seksama. “Saya mempelajari digital marketing, mempromosikan bisnis di Instagram, Facebook, Linkedin Weebly, Google Ads. Saya akan gunakan untuk mempromosikan bisnis saya nanti,” ujar Fernanda yang juga merupakan salah satu pendiri CasaWOW bersama Irfan itu.

Penyerahan cinderamata dari LPU kepada Lenny Yusrini (kedua dari kiri) mewakili AKPINDO

Silitonga memaparkan bahwa mahasiswa dan mahasiswi yang terpilih berangkat ke India merupakan para mahasiswa pilihan. “Mereka adalah mahasiswa dan mahasiswi yang berprestasi akademik maupun yang memiliki potensi besar menjadi entrepreneur melalui program incubator bisnis yang telah kami buat. Jadi mereka inilah bukti nyata bahwa AKPINDO-STEIN merupakan lembaga yang menghasilkan SDM pariwisata unggulan yang akan membawa sector pariwisata Indonesia maju mengungguli para kompetitornya,” tegas Silitonga bersemangat.

Selanjutnya di tahun mendatang AKPINDO-STEIN akan memberangkatkan mahasiswa terpilih ke Jepang. “Di Jepang mahasiswa kita akan belajar Bahasa Jepang sambil bekerja selama setahun. Kita yang tempatkan kerjanya, jadi semuanya terjamin dan terkelola dengan baik,” jelas Silitonga.

Eddy Dwinanto Iskandar

 

About admin

Check Also

Sukses BAP Mendulang Cuan dari Minyak Jelantah

Mungkin tidak ada yang menyangka, minyak jelantah, alias limbah minyak goreng kelapa sawit bisa menjadi ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *