Home / Ekonomi & Bisnis / Radana Finance Sukses Perkuat Permodalan Seraya Pancangkan Reposisi Bisnis di 2020
Direktur Utama Radana Finance, Evy Indahwaty tengah memberikan keterangan kepada media massa saat acara Public Expose Radana Finance 2019 di kantor pusatnya Gedung Blugreen Boutique Office, Kembangan, Jakarta Barat (04/12). (Regional.id/Eddy Dwinanto Iskandar)

Radana Finance Sukses Perkuat Permodalan Seraya Pancangkan Reposisi Bisnis di 2020

PT Radana Bhaskara Finance Tbk. (IDX:HDFA) sebagai perusahaan pembiayaan terkemuka menggelar paparan publik (Public Expose) yang diadakan pada tanggal 04 Desember 2019 di kantor pusatnya, The Blugreen Boutique Office, Kembangan, Jakarta Barat.

Direktur Utama Radana Finance, Evy Indahwaty tengah memberikan keterangan kepada media massa saat acara Public Expose Radana Finance 2019 di kantor pusatnya Gedung Blugreen Boutique Office, Kembangan, Jakarta Barat (04/12). (Regional.id/Eddy Dwinanto Iskandar)

Sebagai perusahaan multifinance dengan rekam jejak positif, PT Radana Bhaskara Finance Tbk., (Radana Finance) menempatkan reputasi dan integritas perusahaan di tempat tertinggi. Selain itu, Radana Finane selalu menempatkan tata kelola perusahaan yang baik (GCG) sebagai landasan operasional utama perusahaan. Radana Finance percaya, komitmen dan kepatuhan menjalankan GCG akan berbuah positif dalam jangka panjang.

Pada akhir tahun 2019, Perseroan kembali melaksanakan aksi korporasi penerbitan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu  (HMETD) sebanyak 3,867 miliar saham biasa atau 62,41% dari modal ditempatkan dan disetor penuh pada November 2019. Melalui rights issue ini Radana Finance akan meraih dana hingga Rp 580,07 miliar.

Aksi korporasi ini sekaligus menandakan masuknya investor baru ke Radana Finance, yakni Rubicon Investment Holding Pte.Ltd – entitas bisnis milik Archipelago Asia Focus Fund Pte Ltd, perusahaan investasi asal Singapura- yang pada tanggal 25 November 2019 lalu resmi mengakuisisi 47,51% saham Radana dari empat pemegang saham lainnya, PT Tiara Marga Trakindo (TMT), PT Inti Investasi Prima (IIP), PT Eliora Lumina Indonesia (ELI) dan PT HD Corpora (HD). Setelah aksi akuisisi tersebut jumlah saham TMT menjadi 50,18%, sementara IIP, ELI, dan HD tidak lagi memiliki saham di Radana Finance.

Adapun dana hasil dari Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) ini  akan dialokasikan untuk berbagai kepentingan. Di antaranya Rp 212 miliar akan dianggarkan untuk melunasi utang sub-ordinasi perseroan kepada TMT yang akan dilakukan melalui mekanisme konversi saham.

Alokasi lainnya yakni untuk membiayai kebutuhan modal kerja pembiayaan perusahaan. “Modal kerja pembiayaan yang dimaksud adalah terkait dengan kegiatan usaha perseroan, yakni memberikan fasilitas pinjaman atau pendanaan kepada para konsumen Radana Finance,” urai Evy Indahwaty, Direktur Utama Radana Finance dalam acara paparan publik (Public Expose) di kantor pusat Radana, The Blugreen Boutique Office, Kembangan, Jakarta Barat (04/12).

Masuknya investor baru sekaligus menunjukkan prospek cerah industri multifinance di Indonesia. “Kepercayaan yang ditunjukkan Rubicon dengan menjadi pemegang saham Radana Finance menandakan bahwa industri multifinance di Indonesia memiliki potensi perkembangan yang sangat baik di masa mendatang. Sekaligus memperlihatkan bahwa Radana Finance merupakan perusahaan yang memiliki prospek baik, terpercaya, bereputasi tinggi dan menempatkan integritas perusahaan di tempat teratas dalam menjalankan proses bisnisnya,” Evy menambahkan.

Tak hanya itu, di 2019 Radana Finance juga berhasil mendapatkan funding dari Bank Panin Dubai Syariah senilai total Rp 75 miliar. Dengan  perincian, Rp 25 miliar diperuntukkan untuk pembiayaan Umrah dan Rp 50 miliar untuk pembiayaan Haji. “Pencapaian ini menunjukkan Radana Finance tetap menjadi perusahaan yang dipercaya para mitra kami di perbankan yang selalu menekankan pentingnya reputasi dan integritas dalam menjalankan bisnis,” papar Evy.

Radana Finance sendiri masih terus meningkatkan kinerjanya di tahun 2019. Sebagai catatan hingga Q3 2019, perusahaan berhasil membukukan  pendapatan sebesar Rp 220 miliar. Nilai asset yang dibukukan mencapai Rp 1,1 triliun, lalu nilai ekuitas di periode yang sama mencapai Rp 146 miliar dan nilai liabilitas perusahaan di tahun 2019 mencapai Rp 895 miliar. Sementara akibat kondisi industri pembiayaan yang tengah kurang kondusif perusahaan mengurangi kerugian bersih sebesar Rp 86,1 miliar di Q3 2019

Menghadapi kondisi industri pembiayaan yang semakin menantang perusahaan pun tak tinggal diam. Sejumlah langkah peningkatan kinerja terus digenjot. Antara lain Radana Finance tak henti melakukan langkah efisiensi di berbagai lini demi menekan berbagai Beban Biaya. Strategi lainnya demi memacu kinerja yakni dengan menekan aliran piutang bermasalah, meningkatkan produktivitas internal dan perbaikan proses serta system penagihan.

Hasil dari berbagai upaya yang ditempuh perusahaan pun berbuah gemilang. Antara lain pada Q3 2019, perusahaan  telah berhasil menurunkan pengeluaran biaya hingga 49%. Tak hanya itu, perusahaan juga berhasil menurunkan Aset Produk Bermasalah dan menjaga Rasio Non Performing Financing (NPF) Nett di bawah 5%. Hal ini berdampak pada peningkatan kinerja keuangan yang ditandakan dengan berkurangnya rugi bersih perusahaan di Q3 2019 yang mencapai Rp 86,1 miliar.

Berbekal permodalan yang kembali diperkuat dan berbagai pencapaian operasional pada 2019 Radana menatap tahun 2020 dengan penuh optimisme. “Berbekal modal yang kuat dan kepercayaan yang solid dari pemegang saham baik lama maupun baru kami siap menjalankan berbagai rencana bisnis terbaik perusahaan untuk menangkap peluang terbaru di industri multifinance Indonesia di tahun 2020,” ungkap Evy.

Adapun sejumlah strategi bisnis yang akan ditempuh perusahaan di tahun 2020 adalah di antaranya sebagai berikut. Pertama, Radana Finance akan berfokus pada segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM ) dengan penawaran produk dan persetujuan  kredit yang kompetitif. Kedua, melakukan pengelolaan organisasi yang ramping dan efektif. Selanjutnya membangun pendanaan yang kuat untuk mendukung aktivitas bisnis. “Kami  juga akan focus menggarap sector pembiayaan syariah, di antaranya pembiayaan Umrah dan Haji yang ke depan semakin besar potensinya,” tutur Evy.

Menutup sesi presentasinya, Evy meyakini tahun-tahun mendatang akan menjadi tahun yang gemilang bagi Radana Finance. “Kami siap menatap masa depan yang lebih cerah setelah melalui berbagai tantangan di 2018 dan 2019. Kami percaya prospek industri multifinance di Indonesia akan semakin cerah ke depannya dan Radana Finance sebagai perusahaan multifinance berintegritas yang terpercaya akan menjadi yang terdepan dalam menangkap berbagai peluang di bidangnya,” tegas Evy.

Eddy Dwinanto Iskandar

@bungiskandar

 

 

About admin

Check Also

Gaet Mitra10, Bank BTN Genjot Transaksi  Kartu Debit BTN

REGIONAL.ID, Jakarta-PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk berkolaborasi dengan “Mitra10” toko ritel bahan bangunan milik ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *