Home / Uncategorized / STP Trisakti Gelar Webinar Entrepreneurship dengan Ribuan Peserta dari Mancanegara
Webinar Entrepreneurship Masterclass STP Trisakti, Regional.id.

STP Trisakti Gelar Webinar Entrepreneurship dengan Ribuan Peserta dari Mancanegara

Di masa pandemi Covid-19 banyak usaha berguguran. Sebabnya tak lain akibat permintaan yang menyusut lantaran penerapan pembatasan social berskala besar (SPBB) di berbagai kota besar yang membuat roda perekonomian seolah terhenti. Pun demikian, seorang entrepreneur tidak boleh berhenti berusaha, sesulit apapun situasinya, karena di pundaknya, tergantung beban nafkah banyak pegawainya. Karena itu, untuk mendorong semangat entrepreneurship, Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti menggelar rangkaian webinar Entrepreneur Master Class sebanyak 3 seri pada tanggal 8 Juli, 22 Juli dan terakhir rencananya pada 5 Agustus 2020.

Webinar Entrepreneurship Masterclass STP Trisakti, Regional.id.

Adapun pada sesi Webinar Entrepreneur Master Class pada 22 Juli lalu, STP Trisakti menghadirkan pembicara berbagai entrepreneur teruji yang sekaligus merupakan alumni STP Trisakti. Mereka yakni Cornelia Alumni STP Trisakti Diploma 4 Perhotelan 2009 Selaku Owner dari House of Merich, Handaya J Sunoto Alumni Diploma 4 Usaha Perjalanan Wisata selaku CEO Gohan Tour, Natasha Ali Alumni D1 Perhotelan 2011 selaku Prime Minister of Sugar Ministry.

Cake Custom Sugar Ministry untuk Istri Wakil Presiden RI, Ibu Wury Estu Handayani, Regional.id

Menariknya, STP Trisakti juga mengajak para mahasiswanya yang juga telah menjadi entrepreneur. Seperti Wyne Tasha mahasiswi D4 Perhotelan STP Trisakti angkatan 2016  yang memiliki usaha Salad Ponic, lalu Tasya Komara mahasiswi S1 Hospitaliti & Pariwisata angkatan 2017 pemilik MARRS (Meet A Recent Recipe Symbol), Larasati mahasiswi D4 UPW 2018 pemilik Mosca Tour, Feren, mahasiswa D4 Perhotelan 2019 pemilik Siomay Makjen & Brownie Bear.

Mahasiswa merangkap entrepreneur dalam Webinar Entrepreneurship Master Class STP Trisakti 22 Juli, Regional.id

Hebatnya lagi, webinar ini pun juga didukung oleh sejumlah sponsor yang memberikan berbagai demo daring mengenai beragam tips dan trik memasak yang diantarkan oleh berbagai chef profesional. Seperti Sesi Demo dari Sinar Meadow dengan Chef Chandra Humanita  (Technical FSBC Aplication & KACOM Mother’s Choice), Chef Rodikin (Technical Aplication Regional), Chef Christoforus Kevin (Technical Test Baker), dan  Chef Rury Pratama (Technical Aplication Regional).

Tasya Komara memiliki misi sosial ketika membesut MARRS.ID, Regional.id.

Dalam sesi ini berbagai pengisi acara pun membagikan pengalamannya saat merintis usaha hingga sukses menjadi entrepreneur. Seperti Natasha Ali yang memiliki bisnis cake custom dengan label Sugar Ministry. Dirinya mengaku bekerja keras dari awal merintis bisnis di tahun 2013 hingga sekarang. Pun dirinya tak henti belajar ke berbagai penjuru dunia untuk mencari guru terbaik di bidangnya. “Saat awal merintis bisnis di 2013 saya hanya tidur 2-3 jam sehari. Stressfull sekali. Tapi saya memang perfeksionis Saya hanya mau present the best,” ujar Natasha.

 

Dirinya pun tak segan mengeluarkan uang ratusan juta rupiah untuk belajar dari guru fondant menghias kue di Korea Selatan.  “Mau nangis bayarnya. Tapi memang sepadan hasilnya. Intinya kalau tidak berani kasih lebih, kalian tidak akan jadi lebih. Average dies faster. Kalau bersinar jadi yang terbaik harus kasih effort lebih. Yang hebat tidak sama effortnya. Fail to commit sama dengan fail to starti. Sekarang pun saya lagi menabung untuk belajar dari guru fondant terbaik di Brasil,” Natasha yang merupakan lulusan terbaik tahun 2011 memaparkan kiatnya meraih sukses. Hasilnya dirinya kini menjadi langganan untuk klien kelas atas yang memesan kuenya untuk tokoh-tokoh terkenal di Indonesia.

 

Adapun Tasya Komara, mahasiswi Hospitaliti & Pariwisata STP Trisakti dengan bisnis MARRS.ID berupaya berbisnis sekaligus memberikan manfaat kepada para petani yang memasok bahan baku untuk keripik ubi cilembu yang diproduksinya. “Kami tidak hanya ingin berbisnis, tapi kami ingin para petani yang menjadi pemasok kami mendapat manfaat terbesar,” ujarnya.

 

Adapun Ketua STP Trisakti Fetty Asmaniati menuturkan, bahwa STP Trisakti berupaya menanamkan jiwa dan semangat kewirausahaan dengan berbagai metode dan strategi yang membuat mahasiswa tertarik untuk berwirausaha. “Salah satu program kewirausahaan yang digagas dan dijalankan oleh STP Trisakti adalah dengan melakukan coaching clinic bagi para mahasiswa yang sedang membangun usahanya serta mendatang. Itu sebabnya kami mengundang pembicara-pembicara yang sukses dan para pembuat kebijakan. Semua itu kami wujudkan dalam Webinar Entrepreneur Master Class ini,” urai Fetty.

Ketua STP Trisakti Fetty Asmaniati (istimewa).

Pada seri 1 Masterclass pada 8 Juli lalu, STP Trisakti membesut tema Wirausaha Sebagai Salah Satu Jalan Menuju Kesejahteraan. Para pembicaranya antara lain Ari Anindya Hartika, STP Asdep Industri dan Jasa Kemenkop dan UKM, Wawan Rusiawan Direktur Kajian Strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., B.A. Pendiri OK-OCE, dan diakhiri dengan Presentasi dan Cooking Demo dari Chef Joshua dari PT. Kikkoman Akufood terkait Startup Konsep The New Street Food Japanese/ Korea.

 

Adapun peserta Master Class yang mendaftar berjumlah 1.037 orang. Rinciannya Mahasiswa STP Trisakti 38,2% dan Mahasiswa External 61,8%. Adapun peserta Mahasiswa Aktif berjumlah 84% dan yang telah lulus 16%. Peserta yang belum memiliki usaha sebanya 68%, telah memiliki usaha 32%. Dari hasil survei STP Trisakti, sebanyak 97% peserta mengikuti kegiatan ini dengan tujuan ingin memiliki usaha dan ingin menambah wawasan bagaimana mendapatkan peluang berwirausaha tersebut diperoleh dari para pembicara. Para peserta webinar ini pun berasal berasal 215 Perguruan Tinggi yang berasal dari 26 Provinsi di Indonesia bahkan hingga mancanegara seperti Malaysia dan  Hongkong.

Eddy Dwinanto Iskandar

 

About admin

Check Also

Jaga Ketahanan Pangan dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Reitech Diversifikasi Agro Ekspansi Lahan Jagung 2500 Hektar

Subang, regional.id-Demi menjaga ketahanan pangan dan pemulihan ekonomi nasional serta menggeliatkan perekonomian rakyat kecil, khususnya ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *